Pemkot Jambi Targetkan Raih Penghargaan SSW, Masalah Lingkungan Jadi Kendala

Jumat, 12 Agustus 2022 - 11:48:54 WIB - Dibaca: 1307 kali

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana (Foto: Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pemkot Jambi mentargetkan bisa meraih penghargaan Swasti Saba Wistara (SSW) dalam penilaian Kota Sehat. Berbagai upaya terus dilakukan.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana yang juga Ketua Pembinan Forum Kota Jambi Sehat mengatakan, saat ini sejumlah permasalahan dihadapi. Seperti di antaranya permasalahan lingkungan yang mencakup semua tatanan.

“Banyak aspek-aspeknya, seperti jamban, drainase, pengukuran kualitas udara di terminal. Banyak sekali tentunya komponenanya,” sebutnya, Kamis (11/8).

Namun semua itu telah coba diatasi, di antaranya dengan melakukan gotong-royong. Hanya saja memang, apa yang dilakukan tersebut, tidak terdokumentasikan dengan baik.

“Kelompok kerja juga saat ini sudah proaktif. Upaya yang dilakukan, kita meminta tim mengumpulkan data dan menarasikannya. Sebab tidak semua RT ada dokumentasi kegiatannya. Termasuk asuransi bagi pengunjung wisata,” beber Maulana.

Menurutnya, rapat tindak lanjut hasil rakor Tim Pembinan dan Forum Kota Jambi Sehat tahun 2022 terkait penilaian penyelenggaran Kota Sehat, sudah cukup intens dan sangat komprehensif.

“Butuh kerja keras untuk meraih penghargaan lebih tinggi. Tidak boleh ada satu tatanan yang tidak memenuhi persyaratan. Saya meminta forum untuk melengkapi data-data dan program kerjanya,” pungkasnya.

Sementara Ketua Forum Kota Jambi Sehat, Nadia Maulana menyebutkan, baik dari Forum Kota Jambi Sehata, OPD, Camat dan Lurah saat ini sudah dalam satu pemahaman.

“Kalau kita ingin menjadikan kota sehat tingkat tertinggi, tidak boleh ada satu aspek apapun nilainya di bawah 91. Bila ada satu aspek yang tidak mencapai kriteria sehat, maka potensi masyarakat Kota Jambi tidak sehat,” jelasnya.

Untuk itu, selaku ketua, Nadia terlebih dahulu menyamakan visi-misi Forum Kota Jambi Sehat dan harus saling mendukung, untuk pencapaian yang maskimal.

“Memang beberapa tatanan masih ada yang kurang, lantaran ini tatanan baru. Seperti tatanan pariwisata dan bencana. Kita masih sama-sama mencari bentuk hingga menterjemahkan indikatornya. Perlu samakan persepsi. Hal lainnya sama yang disampaikan pak Wawako, masih ada yang belum didokumentasikan,” pungkasnya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA