JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Imunisasi merupakan salah satu langkah awal pencegahan berbagai penyakit. Peran imunisasi sangat penting dalam pencegahan berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti TBC, Polio, Hepatitis, dan lain-lain. Sebagian PD3I mudah menular dan memiliki risiko fatal serta dapat menimbulkan kecacatan permanen bahkan kematian. Melalui pemberian imunisasi, dapat mencegah risiko penularan PD3I.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Eva Susanti, pada saat Media Brifing dengan tema 'Peran Media dalam Penyebaran Informasi Terkait Pencegahan Penyakit PD3I Momentum Bulan Imunisasi Anak Nasional dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah', Jumat (26/8).
Kepada awak media, Eva menjelaskan secara nasional, data menunjukkan bahwa ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah kasus PD3I dan terjadinya Kejadian Luar Biasa atau KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.
"Di Jambi sendiri sudah pernah ditemukan di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo," kata Eva.
Oleh karena itu, dia mengajak para orang tua yang anaknya belum diimunisasi untuk mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN Tahun 2022. BIAN merupakan momen penting untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan anak-anak.
"Berikan imunisasi tambahan dan kejar status imunisasi mereka hingga lengkap. Upaya ini tidak hanya akan melindungi anak-anak yang menjadi sasaran BIAN, namun juga seluruh masyarakat," tegasnya.
Berdasarkan data, di Provinsi Jambi sendiri target sasaran anak usia 9-12 tahun yang wajib diimunisasi adalah sebanyak 771.540 ribu. Saat ini untuk capaian imunisasi Campak dan Rubela baru 64 persen. Angka itu menempati urutan ke-3 secara nasional.
"Kita mentargetkan bisa mencapai 85 persen dari target sasaran. Waktunya tinggal 18 hari lagi, makanya ini akan kita kejar," katanya.
Eva mengatakan, di Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur menempati posisi paling tinggi dengan cakupan imunisasi BIAN Campak dan Rubela sebesar 80,9 persen. Bungo 75 persen, Sungai Penuh 72 persen, Muaro Jambi 69 persen, Batanghari 67 persen, Tanjung Jabung Barat 67 persen, Sarolangun 66 persen, Kerinci 64 persen, Tebo 61 persen, Merangin 54 persen, dan Kota Jambi 50 persen.
"Kota Jambi masih rendah, kita akan gelar koordinasi dengan Pemkot Jambi untuk bisa menggenjot capaian imunisasi," katanya.
Untuk Kota Jambi, baru 57.770 anak yang sudah melakukan imunisasi Campak dan Rubela. Masih ada 57.524 anak yang belum melakukan imunisasi dan harus dikejar. Kabupaten Merangin baru 46.934 anak yang sudah imunisasi. Masih 39.295 anak yang harus dikejar. Kemudian Kabupaten Muaro Jambi masih harus mengejar sebanyak 30.403.
"Data itu kami perbaharui (update) tanggal 25 Agustus kemarin," jelasnya.
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr Dini Silvia mengatakan, pelaksanaan BIAN di Jambi hanya tinggal 18 hari lagi. Masih banyak daerah kabupaten/kota yang rendah.
Kendala yang dialami antara lain, masih banyak orang tua yang menolak anaknya untuk diimunisasi. Selain itu, program BIAN ini berjalan bukan pada awal tahun anggaran, sehingga tak mendapat dukungan anggaran yang memadai.
"Tenaga Kesehatan kami juga sudah kelelahan, mulai dari penanganan Covid-19, hingga sekarang ini menangani BIAN," katanya.
Dini berharap, sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai PD3I, sehingga dapat mensosialisasikannya kepada masyarakat luas. Yang kemudian akan meningkatkan cakupan imunisasi yang berdampak pada berkurangnya kejadian PD3I di Jambi.
"Mengingat imunisasi adalah hak setiap anak, mari kita dukung upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi, agar tercipta generasi sehat bebas PD3I," katanya. (Ahmad)