Resesi umumnya ditandai dengan menurunnya meningkatnya pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren negatif selama dua kuartal berturut-turut. Pemicu yang menyebabkan munculnya isu resesi ini adalah inflasi yang terjadi hampir di seluruh dunia yang tidak diimbangi dengan naiknya tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat, meski pun masih harus waspada dengan tekanan global yang semakin besar. Masyarakat jambi diharapkan untuk tidak panik secara berlebihan menanggapi isu resesi ini dan tetap berhati-hati di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Hal yang Perlu Disiapkan Masyarakat merupakan kondisi yang penuh tekanan untuk dihadapi. Namun, masyarakat diharapkan tidak panik terhadap ancaman resesi global dengan syarat harus mempersiapkan langkah yang dapat membantu menghadapi tekanan kondisi krisis tersebut.
1.Bersiaplah Jika PHK Menimpa Sewaktu-Waktu. Ide ini harus diperhitungkan oleh publik untuk menghadapi kemungkinan resesi. Ini terjadi ketika Bank Sentral menaikan suku bunga demi stabilitas moneter. Di satu sisi, tingkat suku bunga yang lebih tinggi mempengaruhi ketahanan keuangan perusahaan. Memberhentikan karyawan adalah langkah terakhir bagi perusahaan untuk memerangi resesi yang akan datang. Dalam hal ini, kamu harus meninjau resume kamu selama masa berkarir, tetapi momen ini juga merupakan kesempatan untuk memperbarui informasi pribadi Anda di LinkedIn. Membangun kembali hubungan dengan jejaring. Mulailah menambah atau menyisihkan pendapatan untuk dana darurat, dan cari peluang karir di tempat lain.
2. Pelajari Keterampilan Baru. Krisis ekonomi benar-benar menuntut kita untuk memperoleh keterampilan baru dan berkembang. Pepatah bijak mengatakan, semakin banyak anda belajar, semakin banyak kamu menghasilkan.
3. Hati-Hati dengan Pengeluaran yang Tidak Perlu.Jika merasa nyaman membelanjakan pendapatannya untuk hal bersifat hiburan, seperti belanja, berlangganan layanan streaming, atau menonton konser saat kondisi ekonomi normal ataupun positif. Namun, karena risiko resesi, kebiasaan ini harus ditunda untuk sementara waktu.
4. Jangan Panik Dalam Berinvestasi.T ini sebaiknya dihindari jika orang menjual portofolio investasi mereka secara massal karena mereka membutuhkan dana baru. Karena di awal investasi, kita sudah melihat kinerja perusahaan tersebut.
5. Coba Cari Penghasilan Ancaman resesi menakutkan “gig economy”. Mereka yang masih bekerja dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui platform yang tersedia dan menggunakannya untuk menghasilkan penghasilan tambahan. (*)