JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi meminta kepada para produsen sembako di Kota Jambi untuk menambah stok jelang ramadhan dan Idul Fitri 2023. Hal ini guna menghindari lonjakan harga sembako jelang ramadhan tahun ini.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, tren setiap tahun memang selalu terjadi kenaikan sembako jelang ramadhan. Untuk itu, ia meminta TPID untuk terus memantau harga sembako, sehingga kenaikan yang terjadi tidak signifikan.
"Kalau pun ada kenaikan tidak signifikan. Kenaikan pasti selalu ada, yang penting tidak melebihi target yang kita tetapkan," katanya.
Kata Maulana, masyarakat biasanya banyak menggelar syukuran jelang bulan puasa. Sehingga banyak permintaan komoditas seperti ayam, daging, cabai, bawang, dan lain lain. "Kami memantau itu semua, saya sudah lapor juga ke pak gubernur, kemacetan akibat batubara itu juga mempengaruhi harga sembako di Kita Jambi. Tapi sekarang sudah aman, suplay itu bisa tercukupi kalau lalu lintas lancar," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bulog Divre Jambi, Defrizal mengatakan saat ini di Bulog pihaknya menyediakan stok beras premium dan beras medium.
"Kami dari Bulog terkait dengan persediaan, saat ini khususnya untuk stok beras untuk beras medium itu cukup sampai dengan tiga bulan ke depan. Stok kami sekarang ada sekitar 4.531 ton," jelasnya.
Sementara itu, untuk beras premium dijelaskan Defrizal saat ini Bulog menyediakan stok sebanyak 50 ton.
"Jadi masyarakat tidak usah khawatir terkait dengan stok beras," sebutnya.
Defrizal mengatakan, untuk stok beras dan bahan pokok lain. Seperti gula dan minyak goreng pihaknya akan dilakukan penambahan.
"Kita akan tambah sekarang yang ada saat ini," ujarnya.
Selanjutnya, untuk diketahui saat ini Bulog Jambi juga sudah memiliki stok gula pasir sebanyak 64 ton, daging beku sekitar 25.600 kilogram (25 ton) dan 26.000 liter minyak goreng.