JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Tidak hanya mengandalkan dana APBD, upaya pembangunan yang dilakukan Pemkot Jambi juga diupayakan dengan merangkul perusahaan yang beroperasi di Kota Beradat. Hasilnya sangat memuaskan. Total dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang berhasil dihimpun dari Januari hingga Mei 2023 mencapai Rp9 miliar.
Dana itu yang kemudian disalurkan untuk beragam kebutuhan pembangunan di Kota Jambi. Pemerintah sendiri tidak menerima dalam bentuk uang saja, melainkan juga dalam bentuk barang yang langsung disalurkan melalui beberapa sektor. Diantaranya sektor pendidikan, sanitasi, sarana prasarana sekolah, estetika kota, kebersihan lingkungan, sarana UMKM hingga sosial keagamaan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Jambi, Boy Evridal Asri mengatakan, saat ini hampir 300 pelaku usaha telah tergabung dalam forum CSR. Hanya saja 35 persen saja yang aktif setiap tahun menyalurkan dana sosial.
"Pada dasarnya semua sudah menyalurkan, akan tetapi memang ada yang tidak rutin," kata Boy Evridal.
Dia mengatakan bahwa perhimpunan dana CSR mengalami peningkatan. Sejak tahun 2015 lalu, pelaku usaha yang berkoordinasi atau bermitra dengan pemkot Jambi dalam penyaluran CSR mulai meningkat.
"Bahkan 2020 itu, saat pandemi Covid-19 bisa sampai Rp24 Miliar," jelasnya.
Kata Boy Evridal, sebenarnya tak bisa ditargetkan. Karena terkadang ada perusahaan yang sedang lesu, ada yang bermasalah dan lain sebagainya.
"Ada juga terkadang dia menyalurkan, tapi tidak melaporkan," katanya.
Dia mengatakan, Pemerintah menjamin pelaku usaha untuk berinevastasi dengan aman dan nyaman. Pemerintah juga telah membentuk Forum CSR, yang bertujuan sebagai wadah/sharing bagi pelaku usaha. Selain itu juga bisa menjadi ajang silaturahmi sesama pelaku usaha dan juga pemerintah.
"Pelaku usaha tinggal pilih 9 program yamg telah disepakati tadi. Ada sektor pendidikan, sanitasi, sarana prasarana sekolah, kesehatan, estetika kota, kebersihan lingkungan, sarana UMKM hingga sosial keagamaan. Kami persilahkan mau bersama-sama dengan pemkot Jambi juga silahkan. Atau mau menyalurkan sendiri," pungkasnya.***