JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Jengkol / "Jariang" merupakan sejenis buah polong yang cukup dikenal masyarakat. Buah berasa lezat ini dapat diolah menjadi hidangan keluarga dan cemilan yang menggoda selera.
Selain itu Jengkol juga disebut bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena kandungan vitamin, zat besi, kalsium dan fosgor yang terkandung di dalamnya.
Disisi ekonomi-pun masih menjanjikan pangsa pasar, baik dalam bentuk mentah ataupun yang sudah diolah, seperti kerupuk jengkol salah satunya.
Potensi ini dibaca Titin, salah seorang warga dari Desa Kemantan RT 03 Dusun Sei mengilang Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo.
Melalui kepiawaiannya, buah jengkol ini dijadikannya sumber usaha penopang ekonomi keluarga dengan cara memproduksi pembuatan kerupuk jengkol, atau biasa disebut dengan "Kerupuk Jering".
"Titin mengatakan , pertama kali membuat "Kerupuk Jengkol" hanya untuk dikonsumsi sebagai cemilan keluarga saja. Namun belakangan ia mengaku, Kerupuk Jengkol buatannya ternyata disukai oleh lidah banyak orang. Terutama kerabat dan tetangga sekitar rumahnya," jelasnya, Selasa (04/07/23).
Dari sinilah niat untuk menjadikan "Kerupuk Jengkol" sebagai ladang cuan untuk keluarganya dimulai.
"Awalnya cuma iseng bikin "Kerupuk Jengkol" untuk cemilan di rumah. Namun beberapa kerabat dan tetangga yang sempat mencicipi "Kerupuk Jengkol" buatan saya ternyata memberikan ekspektasi yang luar biasa. Mereka memuja olahan jengkol jadi kerupuk yang saya bikin," sebutnya.
Sejak saat itulah, lanjut Titin ia memperbanyak produksi "Kerupuk jengkol di rumahnya. "Saya produksi, saya coba jual, eh ternyata laris manis," imbuhnya sembari tertawa.
Berawal dari produksi rumahan ini lah kemudian usaha "Kerupuk jengkol" Titin ini mulai merambah menjadi Usaha Kecil Mikro (UKM) yang membawa rezeki bagi perekonomiannya.
Mengolah jengkol menjadi "Kerupuk jengkol , lanjut Titin " kualitasnya tergantung pada bahan dasar jengkolnya. Umumnya buah jengkol yang akan diolah menjadi "Kerupuk Jengkol" harus jengkol yang sudah tua.Tuturnya"
"Ada musim-musimnya. Jika sedang musim jengkol, maka kita akan mudah mendapatkan bahan baku yang akan diolah. Namun sebaliknya, jika sedang tidak musim, maka mau tidak mau kita harus mencari bahan baku jengkol dari daerah lain. "lanjutnya.
Dalam satu minggu, produksi "Kerupuk jengkol" Titin bisa laku terjual hingga 25 kilogram, bahkan kadang lebih. "Saat ini "Kerupuk Jengkol" hanya dipasarkan di lingkup pasar Sungai Bengkal saja Kata Titin "Kerupuk Jengkol" yang dijual tergantung permintaan konsumen, ada yang masih dalam bentuk mentah dan yang sudah digoreng. (SAN)