JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Peristiwa kebakaran di Kota Jambi, sejak Januari hingga Juni 2023 kemarin, terdata cukup banyak. Yakni berjumlah 58 kasus.
Angka ini disebut Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy terbilang meningkat dibanding tahun sebelumnya, sepanjang tahun hanya 65 kasus.
“Kalau kita lihat angka tahun lalu, tentu cukup banyak ditahun ini,” katanya, Senin (17/7).
Lanjut Mustari, berbagai penyebab turut mempengaruhi kasus kebakaran di Kota Jambi. Seperti, korsleting listrik, colokan kipas angin dan dispenser yang tak dilepas, hingga lainnya.
“Maka dari itu, kita harap masyarakat Kota Jambi dapat memperhatikan hal ini. Terus mengecek kondisi rumah jika bepergian,” terangnya.
Dari puluhan kasus kebakaran tersebut, 24 di antaranya merupakan kebakaran rumah, satu sekolah, satu ruko, dua gudang, tiga bengkel, satu restoran, dua kios, satu kandang ternak, tiga kendaraan, lima pohon, dan 15 lainnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana langsung menyalurkan bantuan darurat dari pemerintah ke para korban kebakaran yang terjadi di Jalan Soemantri Brojonegoro. Kebakaran itu menghanguskan sejumlah tempat usaha dan dua rumah warga.
“Ya bantuan ini, khusus bagi warga yang terdampak. Namun, untuk pelaku usaha itu wewenangnya ada di Damkar. Ini sesuai Perda,” terangnya.
Lebih lanjut, Maulana meminta agar warga Kota Jambi dan sekitarnya dapat tetap waspada. Selain itu menurutnya, warga dilarang membakar sampah, lahan, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
"Serta periksa kembali kondisi instalasi kelistrikan di rumah. Jika keluar rumah, pastikan kompor dalam kondisi padam dan tidak ada perangkat elektronik tidak terpakai yang masih terhubung pada arus listrik," terangnya.
Selain itu, ia juga meminta kepada pelaku usaha untuk melengkapi usahanya dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sehingga saat terjadi percikan api bisa langsung dilakukan pencegahan.
"Setiap usaha wajib punya APAR. Sehingga sebelum api besar bisa ditangani dulu," kata Maulana.
Dia juga menghimbau agar APAR yang ada itu dicek secara berkala. Sebab, ada masa kadaluarsanya. "Kami punya tim tekhnis di Damkar. Bisa memberi pelatihan dan pemahaman tentang tata cara menggunakan APAR," pungkasnya.***
Banyak Sekolah Kekurangan Peserta Didik, Zayadi : Disdik Harus Mapping, Tahun Depan Jangan Terulang
Wabup Tanjabbar Pinta Seluruh OPD Tim TPPS Tangani Faktor Resiko Stunting
Sinergisitas Media dan Polri, Ketua SMSI Provinsi Jambi Apresiasi Dit Lantas Polda Jambi
Diduga Akibat Konsleting Listrik dan Ledakan Gas, Bangunan di Sipin Kebakaran
Cek Endra Temu Kangen dengan Tokoh Masyarakat Siliwangi di Ponpes Sunan Gunung Jati