Jambi - Dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung sektor batu bara di Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi terus berkomitmen mengebut pembangunan jalan khusus batu bara.
Namun, proyek ini menghadapi hambatan baru yang cukup serius, yakni masalah pembebasan lahan.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa kendala tersebut muncul akibat sikap ingkar sebagian warga yang sebelumnya telah sepakat untuk membebaskan lahan proyek.
Meskipun pembangunan jalan khusus batu bara sudah mencapai progres lebih dari 80 persen, persoalan pembebasan lahan yang tiba-tiba batal menimbulkan dampak signifikan.
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah membayar sebagian Dana Pembangunan (DP) kepada warga sesuai kesepakatan, namun ada sejumlah individu yang menarik diri dari kesepakatan tersebut.
Dalam usahanya menyelesaikan kendala ini, Gubernur Al Haris tengah melakukan mediasi, sambil menjelaskan bahwa hal ini juga sedang diproses di Polda Jambi.
Proyek yang semula diharapkan dapat segera diselesaikan, kini harus menghadapi proses pembebasan lahan yang rumit dan membutuhkan penyelesaian dengan segala kebijakan yang tepat.
Gubernur optimis bahwa melalui upaya mediasi dan kerjasama yang baik, masalah pembebasan lahan dapat diselesaikan, dan proyek strategis ini dapat terus berlanjut menuju kesuksesan.
Ribuan Warga Padati Area Tugu Keris Siginjai di Malam Tahun Baru
Bedeng 3 Pintu di Belakang Polda Jambi Terbakar di Malam Tahun Baru
Muatan Batubara Nyenggol Jembatan, Tongkang Picu Kecelakaan di Sungai Batanghari: Ditpolairud Lakuka
Warga Ragu Rayakan Tahun Baru Setelah Insiden Tongkang Menabrak Jembatan Gentala Arasy
Akibat Konsleting Listrik dan Kebocoran Gas, Satu Rumah di Tanjung Pinang Terbakar
Upaya Tangani Inflasi, Pj Wali Kota Jambi Panen Cabai Bersama Kelompok Tani