JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi, menghadapi kedaruratan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Data dari dua puskesmas, yakni Puskesmas Rawasari dan Puskesmas Kenali Besar, menjadi yang paling banyak di Kota Jambi.
Sepanjang 2023, tercatat 28 kasus DBD di Puskesmas Rawasari dan 40 kasus di Puskesmas Kenali Besar, menjadikannya yang tertinggi di wilayah Kota Jambi.
Total kasus DBD di Alambarajo mencapai 68, dan sayangnya, dua di antaranya berujung pada kematian.
Dr. Rini, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, mengekspresikan kekhawatirannya terhadap situasi ini.
Ia menyatakan bahwa tanpa tindakan pengendalian yang tepat, angka kasus DBD dapat terus meningkat.
"Pada tahun 2023, tercatat 312 kasus DBD di Kota Jambi, dengan 7 di antaranya meninggal dunia. Kelurahan terbanyak diserang adalah Kenali Besar, mencatat 40 kasus dengan dua orang meninggal dunia pada tahun lalu," papar dr. Rini, Jumat (2/2/2024).
Sementara, diawal tahun 2024 ini, sepanjang Januari 2024 sudah tercatat 56 kasua DBD.
Rini menjelaskan bahwa peningkatan kasus DBD pada awal 2024 ini terkait dengan musim hujan.
Faktor lain yang turut berperan adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kurangnya kebersihan lingkungan.
"Kita melihat banyak wadah penampung air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, kurangnya kesadaran dalam membersihkan bak mandi dan tempat penampungan air di lingkungan masyarakat juga berkontribusi pada peningkatan kasus DBD," tambahnya.
Dinas Kesehatan Kota Jambi akan segera meluncurkan langkah-langkah intensif untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran DBD di Alambarajo.
Pemeriksaan rutin, pengobatan dini, dan edukasi kepada masyarakat akan menjadi fokus utama dalam upaya penanganan persoalan ini.(*)
Pasca Banjir, Pemkot Sungai Penuh Audiensi dengan BNPB dan Kementerian Perhubungan
Bupati Tanjabbar Ikuti Simulasi Pemungutan Dan Penghitungan Suara
Hairan Ajak Masyarakat Tanjabbar Wujudkan Pemilu yang Damai Dan Tentram
Kecuali Mendesak, Bupati Tanjabbar Instruksikan Kepala OPD Tak Keluar Daerah Selama Ada BPK