Suku Anak Dalam Minta APH Tindak Tegas Penampung Brondol Sawit Curian

Senin, 05 Mei 2025 - 21:11:47 WIB - Dibaca: 1739 kali

Mediasi Antara Warga SAD dengan Pihak PT PHK (Makin) di Aula Gedung Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kabupaten Tebo, Senin 5 Mei 2025
Mediasi Antara Warga SAD dengan Pihak PT PHK (Makin) di Aula Gedung Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kabupaten Tebo, Senin 5 Mei 2025 (ARD)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Celitai, Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) kelompok kejasung meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas penampung Brondol Sawit Curian yang berada di sekitar wilayah insiden pengeroyokan yang berakibat meninggalnya satu orang warga SAD tersebut. Hal ini disampaikannya dalam mediasi penyelesaian konflik antara warga SAD dengan pihak perkebunan kelapa sawit PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) atau PT Makin di aula kantor LAMJ Kabupaten Tebo, pada Senin 5 Mei 2025.

" Kami minta para pihak, khususnya Bapak- bapak Aparat Penegak Hukum menindak tegas para penampung Brondol Sawit Curian itu," ujarnya.

Menurut Temenggung Celitai, keberadaan penampung Brondol curian itu menjadi salah satu faktor utama pemicu maraknya aksi pencurian brondol sawit diwilayah tersebut.

" Keberadaan penampung menjadi salah satu faktor utama pemicu maraknya aksi pencurian brondol," tegasnya.

Pernyataan tersebut menyikapi insiden pengeroyokan sejumlah oknum security PT Satya Kisma Usaha (SKU) atau PT Tebora yang dipicu pencurian brondolan sawit yang berujung meniggalnya satu orang warga SAD.

Diketahui, beberapa waktu lalu pihak Polda Jambi sudah menetapkan dua orang security PT SKU (Tebora) sebagai tersangka pelaku pengeroyokan satu orang warga SAD meninggal dunia. (ARD)





BERITA BERIKUTNYA