Petugas Kebersihan Kota Jambi Demo Tuntut Gaji Setara UMP, Wali Kota Janji Skema Baru

Senin, 05 Januari 2026 - 10:39:46 WIB - Dibaca: 2059 kali

Ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026), menuntut kenaikan gaji setara UMP. Aksi tersebut ditemui langsung oleh Wali Kota Jambi, dr. Maulana.
Ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026), menuntut kenaikan gaji setara UMP. Aksi tersebut ditemui langsung oleh Wali Kota Jambi, dr. Maulana. (Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Di tengah sorotan publik terhadap persoalan sampah perkotaan, ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan atas kesejahteraan, khususnya kenaikan gaji yang dinilai belum layak dan jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Dalam aksi damai itu, para petugas kebersihan menyuarakan harapan agar penghasilan yang mereka terima dapat disesuaikan dengan standar upah minimum. Salah seorang petugas menyampaikan bahwa upah yang mereka terima saat ini tidak sebanding dengan beban kerja dan risiko pekerjaan yang dihadapi setiap hari.

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa setara UMP. Pekerjaan kami berat, setiap hari berhadapan dengan sampah, cuaca panas dan hujan,” ujar salah satu petugas di sela-sela aksi.

Ia juga membandingkan upah petugas kebersihan dengan pekerja sektor lain. Menurutnya, upah harian pekerja bangunan bahkan lebih tinggi dibandingkan penghasilan pasukan oranye. “Tukang bangunan saja bisa Rp150 ribu sehari, kenek paling tidak Rp100 ribu. Sementara kami di bawah itu,” katanya.

Aksi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Jambi, dr. Maulana, yang turun ke lokasi untuk menemui para pendemo dan mendengarkan aspirasi mereka. Di hadapan ratusan petugas kebersihan, Maulana menyatakan bahwa tuntutan yang disampaikan sejalan dengan rencana besar Pemerintah Kota Jambi dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah.

“Tuntutan ini baik dan memang sesuai dengan rencana kami ke depan. Kami sedang menyiapkan perubahan sistem pengelolaan sampah, termasuk pengalihan armada angkutan dari kendaraan lama ke kendaraan listrik,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, ke depan operasional pengangkutan sampah akan menggunakan kendaraan listrik yang dilengkapi sistem GPS. Dengan sistem tersebut, operasional armada akan dihitung berbasis jarak tempuh atau kilometer, sehingga lebih transparan dan efisien.

“Mobil nanti pakai kendaraan listrik dan GPS. Jadi posisi armada bisa dipantau. Dengan sistem ini tidak ada lagi anggaran untuk BBM dan biaya perawatan yang besar,” jelasnya.

Menurut Maulana, efisiensi anggaran dari penghapusan biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan konvensional akan dialihkan untuk peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan, termasuk kenaikan gaji dan perlindungan sosial. Pemkot Jambi juga telah menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh petugas kebersihan.

Selain persoalan gaji, Maulana turut menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengakui bahwa kerja keras petugas kebersihan kerap tidak diimbangi dengan kedisiplinan warga.

“Kami juga mendengar keluhan mereka. Masalahnya, masyarakat kita masih kurang disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tapi tidak lama kemudian sampah menumpuk lagi,” katanya.

Terkait tuntutan kenaikan gaji, Maulana memastikan pemerintah daerah akan melakukan perhitungan matang dan penyesuaian anggaran. Ia menyebutkan, kenaikan tersebut memungkinkan menggunakan alokasi anggaran dari pos lain, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Insyaallah akan kita hitung. Bisa saja kita pakai anggaran dari pos lain, termasuk BTT, sepanjang aturan memungkinkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menyampaikan bahwa jumlah petugas kebersihan di Kota Jambi saat ini mencapai sekitar 1.100 orang. Dengan jumlah tersebut, beban kerja dinilai cukup berat untuk menjaga kebersihan kota.

Ia merinci, saat ini gaji sopir armada kebersihan sebesar Rp85.750 per hari, kru pengangkut sampah Rp65.750 per hari, dan petugas kebersihan atau penyapu jalan sebesar Rp65.250 per hari.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Para petugas kebersihan berharap janji dan rencana yang disampaikan Wali Kota Jambi dapat segera direalisasikan, sehingga kesejahteraan mereka meningkat seiring dengan perbaikan sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi. (ahmad)

 

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi

 





BERITA BERIKUTNYA