JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR - Kepala Desa Tanah Tumbuh, M. Efendi, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menyampaikan bahwa pihaknya bersama warga dan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi terus melakukan upaya penanganan terkait keberadaan harimau yang dilaporkan berkeliaran di wilayah desanya. Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan menangkap atau menghalau satwa tersebut agar kembali ke kawasan hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).
Saat ini, kata M. Efendi, dirinya bersama tim BKSDA dan warga sedang menuju lokasi pemasangan perangkap yang berada di RT 01 Simpang, Desa Tanah Tumbuh. Pemasangan perangkap tersebut merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya dilakukan pemantauan terhadap jalur yang diduga menjadi lintasan satwa.
Ia menyebutkan, kegiatan ini dilakukan secara terpadu antara pemerintah desa, masyarakat, dan tim BKSDA agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.
Ia juga menjelaskan bahwa pada malam sebelumnya telah dilakukan kegiatan penghalauan dengan menggunakan bunyi-bunyian berupa mercon karbit.
" Tadi malam kita juga melakukan kegiatan panghalauan hingga tengah malam dengan menggunakan marcon karbit," jelasnya kepada media ini, Jum'at (3/4/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan oleh gabungan masyarakat, pemerintah desa, serta tim BKSDA hingga sekitar pukul 24.00 WIB. Bunyi keras dari mercon karbit diharapkan dapat mengarahkan harimau agar menjauh dari permukiman dan kembali ke kawasan hutan.
Menurut M. Efendi, berdasarkan analisa sementara dari tim BKSDA, keberadaan satwa liar tersebut diperkirakan hanya satu ekor. Meski demikian, ia mengakui bahwa bekas tapak kaki yang ditemukan di beberapa lokasi sempat menimbulkan dugaan berjumlah lebih dari satu ekor. Oleh karena itu, pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, M. Efendi mengungkapkan bahwa sekitar 10 hari lalu telah terjadi peristiwa pemangsaan ternak milik warga. Dalam kejadian tersebut, satu ekor anak sapi dilaporkan mati dimangsa, sementara induknya berhasil selamat meskipun mengalami luka cakaran pada bagian belakang.
Peristiwa tersebut meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi keberadaan harimau di sekitar area kebun dan permukiman.
Ia berharap permasalahan ini dapat segera diatasi agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti biasa.
Pemerintah desa juga terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas sendirian di lokasi yang berbatasan langsung dengan hutan.
M. Efendi turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim BKSDA Provinsi Jambi yang dinilai bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat. Ia berharap koordinasi yang telah terjalin dapat mempercepat penanganan sehingga situasi di Desa Tanah Tumbuh kembali kondusif. (Rhm)
DPRD Tebo Paripurnakan Hasil Reses, Aspirasi Warga Dibawa ke APBD 2027
Audit Dana Desa Sungai Rambai Belum Tuntas, BPD Soroti Dugaan Penggunaan SiLPA Rp57 Juta
Harga Beras Premium di Merangin Tembus Rp16 Ribu/Kg, di Atas Acuan Pemerintah
Kabut Asap Berdampak, Ribuan Warga Muaro Jambi Terserang ISPA
Gaji 3.600 PPPK Jambi Berpotensi Ditanggung APBN, Ada Rp236 Miliar yang Bisa Dihemat
SAH: Gerindra Jambi Jangan Cuma di Belakang, Kawal Pemerintahan Prabowo
Pendataan COVID-19, Wawako Sungai Penuh Minta Dinkes dan BPBD Jemput Bola