JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan menjalin sinergi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan sebagai upaya meningkatkan efektivitas penanganan dan penanggulangan bencana di daerah tersebut.
Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan data dan informasi cuaca, iklim, serta geofisika guna mendukung sistem mitigasi bencana yang lebih terukur dan responsif. Pemkot Jambi menilai, dukungan data dari BMKG menjadi elemen penting dalam memperkuat perencanaan hingga penanganan risiko bencana secara menyeluruh.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, penanggulangan bencana di wilayahnya selama ini telah berjalan, namun masih membutuhkan penguatan terutama dalam aspek koordinasi dan integrasi antarinstansi. Menurutnya, kolaborasi dengan BMKG akan mendorong sistem yang lebih terstruktur dan berbasis informasi ilmiah.
“Ke depan, penanganan bencana harus semakin terorganisir dan didukung data yang akurat agar respons yang dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari program penguatan konsep “kota tangguh”, di mana pemerintah berupaya meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap berbagai potensi bencana, baik yang bersifat alam maupun nonalam.
Sementara itu, pihak BMKG menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Pemkot Jambi melalui penyediaan data cuaca dan iklim, termasuk peringatan dini yang dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi risiko bencana. Informasi tersebut dinilai krusial dalam memetakan potensi ancaman, seperti kebakaran saat musim kemarau ekstrem maupun dampak cuaca ekstrem lainnya.
Ke depan, kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan sistem penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui platform digital agar mudah diakses dan meningkatkan kewaspadaan publik.
Dengan adanya nota kesepakatan ini, Pemkot Jambi berharap upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih optimal, terkoordinasi, serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. (Sab)
Fantastis! Anggaran Swakelola Rp10 Miliar, Jalan Tabir Cuma Kebagian Rp50 Juta
Resmi Dibahas! DPRD Tebo Gelar Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Komisi III DPRD Tebo Temui Edi Purwanto, Jalan Padang Lamo Rp70 Miliar Dikawal
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pemprov Jambi Perkuat Sektor Riil
Sengketa Pilkades Teluk Rendah Ulu Memanas, Tim Cakades 01 Surati DPRD dan Bupati
Komisi III DPRD Tebo Jemput Bola ke Kementerian PU, Perjuangkan Perbaikan 513 Km Jalan Rusak
Pemkab Tebo Hadirkan “Sijempol”, Urus Izin Kini Bisa dari Kecamatan