BPBD Bungo Pantau Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Longsor dan Karhutla

Senin, 11 Mei 2026 - 13:51:02 WIB - Dibaca: 121 kali

Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo Zaindi.
Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo Zaindi. (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kabupaten Bungo terus memantau perkembangan cuaca di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami bencana alam.

Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Kabupaten Bungo telah memasuki musim kemarau sejak April 2025, curah hujan di daerah tersebut hingga kini masih cukup tinggi.

Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berada dalam fase pancaroba. Menurutnya, hujan masih kerap turun pada malam hari meski suhu siang hari terasa panas.

“Alhamdulillah, turunnya hujan hampir setiap malam ini sedikit banyak mengurangi risiko dampak kemarau panjang,” ujarnya, Senin (11/5/2026), saat ditemui di ruang kerjanya.

Terkait potensi banjir, BPBD hingga kini belum menerima laporan adanya wilayah yang terdampak genangan air dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah dusun di Kabupaten Bungo.

Namun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah hulu.

Zainadi menyebut, beberapa waktu lalu longsor sempat terjadi di Kecamatan Batin III Ulu, tepatnya di kawasan Timbolasi. BPBD bersama tim terkait langsung turun melakukan penanganan sehingga akses jalan yang sempat tertutup material longsor dapat segera dibuka kembali.

“Proses pembersihan tidak sampai memakan waktu 10 jam. Sekitar 4 hingga 5 jam setelah kejadian, jalan sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat untuk beraktivitas,” tambahnya.

BPBD mencatat sedikitnya terdapat empat kecamatan di Kabupaten Bungo yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi, yakni Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Batin III Ulu, Rantau Pandan, dan Pelepat.

Sementara untuk ancaman banjir, sekitar 75 desa dan dusun masuk dalam kategori rawan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, khususnya kawasan permukiman yang berada di dataran rendah di sepanjang aliran sungai.

Menghadapi kondisi cuaca yang masih belum stabil, masyarakat diimbau berhati-hati saat melintasi jalur perbukitan dan area tebing, terutama ketika hujan turun karena tanah yang labil berpotensi memicu longsor sewaktu-waktu.

Selain itu, warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami menyarankan penggunaan alat berat untuk pembukaan lahan guna menghindari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tegas Zainadi.

BPBD Kabupaten Bungo menegaskan pihaknya akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam mengantisipasi potensi bencana selama musim pancaroba berlangsung.

“Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, BPBD siap siaga agar masyarakat tetap merasa aman dan mendapatkan pertolongan dengan cepat apabila terjadi bencana,” tutupnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA