JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan tinggi. Kali ini, kampus Islam negeri terbesar di Jambi itu menjajaki kerja sama strategis dengan pemerintah Filipina melalui pertemuan resmi di Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Jambi memperkuat posisi sebagai kampus berkelas dunia atau world class university, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Jambi.
Pertemuan berlangsung di kantor Kedutaan Besar Filipina di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Delegasi UIN Jambi dipimpin Koordinator Pusat Layanan dan Kerja Sama Internasional, Dion Ginanto, Ph.D, bersama Ali Ubaidah, S.TP.
Rombongan diterima langsung oleh Deputy Chief of Mission sekaligus Konsul Jenderal Filipina, Gonaranao B. Musor, didampingi Rady Dela Cruz.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi akademik, mulai dari pertukaran mahasiswa, kerja sama penelitian, penguatan pengajaran antarperguruan tinggi, hingga program internasional lainnya.
Dion Ginanto mengatakan, hubungan akademik dengan perguruan tinggi di Filipina memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam bidang studi keislaman dan pengembangan riset bersama.
“UIN Jambi berharap akan ada lebih banyak mahasiswa Filipina yang kuliah di Jambi. Pimpinan kampus juga menginginkan kolaborasi pengajaran dan penelitian dengan kampus-kampus di Filipina, sehingga kami mohon dapat dijembatani,” ujar Dion.
Saat ini, UIN Jambi diketahui baru memiliki satu mahasiswa asal Filipina, yakni Anwar Radiomoda, kandidat doktor sekaligus dosen di Mindanao State University.
Keberadaan mahasiswa tersebut dinilai menjadi pintu masuk penting dalam memperkuat hubungan akademik antara UIN Jambi dan kampus-kampus di wilayah Mindanao yang dikenal memiliki komunitas Muslim cukup besar.
Deputy Chief of Mission Filipina, Gonaranao B. Musor, mengaku tertarik dengan program studi keislaman yang dimiliki UIN Jambi. Ia bahkan menyatakan siap membantu memperkenalkan kampus tersebut kepada sejumlah universitas Islam di Filipina.
“Saya dari Mindanao, dan akan sangat senang mempromosikan UIN Jambi pada kampus-kampus Islam di Filipina, termasuk Mindanao State University,” kata Musor.
Menurutnya, banyak mahasiswa Muslim Filipina yang memiliki minat melanjutkan pendidikan di Indonesia, terutama pada program studi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam modern.
Selain menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Filipina, UIN Jambi juga mengusulkan kerja sama dalam bentuk webinar internasional, guest lecture, hingga kolaborasi penelitian lintas negara.
Salah satu agenda yang akan segera ditindaklanjuti yakni rencana penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Mindanao State University sebagai langkah awal penguatan hubungan akademik Indonesia dan Filipina melalui jalur pendidikan tinggi Islam. (Rhm)