Bupati Merangin Ajak Santri Jadi Duta Dakwah di Era Globalisasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:04:51 WIB - Dibaca: 136 kali

Bupati Merangin, M. Syukur tampak duduk bersama para tamu undangan dan jajaran pondok pesantren saat menghadiri acara perpisahan santri Ponpes Madinatul Ulum di Kecamatan Pamenang.
Bupati Merangin, M. Syukur tampak duduk bersama para tamu undangan dan jajaran pondok pesantren saat menghadiri acara perpisahan santri Ponpes Madinatul Ulum di Kecamatan Pamenang. (Anval)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Bupati Merangin, M. Syukur mengajak para santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, menjadi duta dakwah di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin kuat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara perpisahan santri kelas VI Pondok Pesantren dan XII Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Madinatul Ulum, Rabu (13/05), di halaman masjid ponpes setempat.

Dalam sambutannya, M. Syukur menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai agama. Menurutnya, pendidikan agama menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan dunia modern dan perkembangan dunia maya saat ini.

“Kita harus masuk ke dunia globalisasi, tapi bentengnya adalah agama. Dan ilmu agama itu paling banyak dipelajari di pesantren,” ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memandang pesantren sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah. Menurutnya, keberadaan pesantren justru menjadi wadah pembinaan moral dan akhlak generasi muda.

“Pesantren bukan tempat menampung anak nakal. Kita harus introspeksi diri, di mana komunikasi kita sebagai orang tua terputus. Pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru, orang tua tetap memiliki peran krusial,” katanya.

Bupati turut memberikan apresiasi kepada pimpinan Ponpes Madinatul Ulum, Kiai Kholiq beserta para pengajar yang dinilai konsisten membina para santri di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi digital.

Di hadapan para wali santri, Bupati juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia berharap para alumni pesantren nantinya mampu menjadi pribadi yang sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan di pesantren.

“Masuk pesantren tidak harus jadi kiai. Silakan mau jadi dokter, pengusaha, atau pejabat, asalkan tetap memegang teguh nilai-nilai Al-Qur'an. Jadilah duta dakwah di mana pun kalian berada nanti,” pungkasnya. (San)





BERITA BERIKUTNYA