Gerakan Jambi Bersholawat Didorong Jadi Wisata Religi, Perkuat Syiar Islam di Tengah Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:59:36 WIB - Dibaca: 72 kali

Foto bersama Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE, bersama Sekda Batang Hari, Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, jajaran pemerintah daerah, serta peserta kegiatan usai pelaksanaan Supervisi, Evaluasi, dan Sosialisasi “Gerakan Jambi Bersholawat” di Kabupaten Batang Hari, Senin (25/5/2026).
Foto bersama Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE, bersama Sekda Batang Hari, Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, jajaran pemerintah daerah, serta peserta kegiatan usai pelaksanaan Supervisi, Evaluasi, dan Sosialisasi “Gerakan Jambi Bersholawat” di Kabupaten Batang Hari, Senin (25/5/2026). (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, BATANG HARI — Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, mendorong “Gerakan Jambi Bersholawat” menjadi agenda rutin tahunan dan bulanan yang mampu berkembang sebagai wisata religi di Provinsi Jambi. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya menjaga tradisi Islam Nusantara, tetapi juga memperkuat identitas Jambi sebagai daerah yang religius, ramah, dan toleran.

Hal itu disampaikan Hj. Hesnidar saat menghadiri kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi serta Sosialisasi “Gerakan Jambi Bersholawat” di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Batang Hari Mula P. Rambe, Ketua TP-PKK Batang Hari Zulva Fadhil, jajaran PKK Kabupaten Batang Hari, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Hj. Hesnidar menegaskan bahwa “Gerakan Jambi Bersholawat” merupakan komitmen TP-PKK Provinsi Jambi dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Gerakan ini dinilai sejalan dengan peran strategis PKK sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan mental spiritual dan penguatan karakter keluarga.

“Gerakan Jambi Bersholawat digulirkan sebagai wadah untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai gotong royong yang berlandaskan nilai keagamaan,” ujar Hesnidar.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana syiar Islam yang diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, sosialisasi gerakan bersholawat telah dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dan akan terus berlanjut sepanjang bulan ini.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Batang Hari untuk bersama-sama bersholawat, terus belajar, dan menggali ilmu agama,” katanya.

Dalam kegiatan itu, TP-PKK Provinsi Jambi juga menyalurkan bantuan buku panduan sholawat sebanyak 15 eksemplar kepada setiap penyuluh agama. Selain itu, terdapat donasi 3.000 buku dari dermawan untuk mendukung penguatan literasi keislaman di masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jambi melalui dukungan Biro Kesra bersama TP-PKK juga menyiapkan pelatihan Training of Trainers (TOT) bagi sekitar 300 hingga 380 guru Pendidikan Agama Islam tingkat SLTA yang direncanakan berlangsung pada Juli atau September mendatang.

Hj. Hesnidar menilai keberlanjutan “Gerakan Jambi Bersholawat” menjadi langkah penting dalam menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat di tengah tantangan sosial saat ini.

“Program ini akan terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mempererat ukhuwah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Batang Hari Zulva Fadhil menyampaikan apresiasi atas gerakan tersebut. Ia menilai sholawat bukan sekadar tradisi, melainkan bagian penting dalam kehidupan umat Islam.

Menurut Zulva, salah satu sholawat yang memiliki banyak keutamaan adalah Sholawat Busyro. Ia menyebut sholawat tersebut diyakini mampu menenangkan hati, mempermudah hajat, mencegah masalah, hingga membuka pintu rezeki.

“Di tengah kondisi pemulihan ekonomi seperti sekarang, kita harus banyak-banyak membaca sholawat,” katanya.

Zulva juga menyoroti pentingnya penguatan spiritual keluarga dalam menghadapi persoalan sosial, termasuk maraknya judi online. Ia menilai gerakan bersholawat dapat menjadi benteng moral yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pencegahan judi online harus dimulai dari keluarga. Dengan memperbanyak sholawat, hati menjadi tenang, masalah tercegah, dan rezeki bertambah. Ini ikhtiar batin sekaligus ikhtiar sosial kita bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi juga menyerahkan buku panduan “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” kepada Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari sebagai bagian dari penguatan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA