UNJA Tembus 100 Guru Besar, Catat Sejarah Baru Penguatan Akademik

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:10:38 WIB - Dibaca: 86 kali

Para Guru Besar Universitas Jambi yang baru dikukuhkan.
Para Guru Besar Universitas Jambi yang baru dikukuhkan. (Yudha)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Universitas Jambi (UNJA) menorehkan sejarah baru dengan resmi memiliki 100 Guru Besar dari berbagai fakultas di lingkungan kampus. Capaian tersebut ditandai dengan pengukuhan empat Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar pada Senin (25/5/2026) di Auditorium Gedung UNIFAC Lantai 1, UNJA Mendalo.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Jambi dalam memperkuat kapasitas akademik, riset, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Empat akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar yakni Prof. Dr. Ir. Mairizal, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Mikrobiologi dan Enzimatik dalam Teknologi Pakan Unggas dan Non Ruminansia dari Fakultas Peternakan (FAPET); Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.H. sebagai Guru Besar Bidang Hukum Internasional; Prof. Dr. A. Zarkasi, S.H., M.H. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum; serta Prof. Dr. Hary Soedarto Harjono, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Bahasa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dalam prosesi tersebut, masing-masing Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Prof. Hary Soedarto Harjono mengangkat tema pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing sebagai strategi diplomasi bahasa di kancah global melalui studi kasus BIPA di lingkungan Melayu Jambi.

Sementara itu, Prof. Retno Kusniati menyoroti keselarasan perjanjian internasional dengan konstitusi melalui kajian validitas Perjanjian International Board of Peace (BoP). Adapun Prof. A. Zarkasi membahas hukum kepemiluan sebagai pilar demokrasi konstitusional dalam perspektif rekonstruksi sistem pemilu Indonesia. Di sisi lain, Prof. Mairizal memaparkan inovasi bioteknologi pakan melalui rekayasa mikrobiologi dan teknologi enzimatis untuk optimalisasi bungkil inti sawit sebagai pakan broiler.

Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah moral.

“Bukan sekadar gelar akademik, tetapi lebih mencerminkan amanah moral dan integritas dalam menjalankan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya demi pengembangan Universitas Jambi ini,” ujarnya.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menilai gagasan ilmiah yang disampaikan para Guru Besar tersebut memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat.

“Apa yang disampaikan oleh beliau berempat ini memang menjawab solusi permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Rektor.

Ia menambahkan, pencapaian 100 Guru Besar menjadi bukti konsistensi institusi dalam mengembangkan kualitas pendidikan tinggi.

“Ini wujud dari komitmen dan konsistensi perguruan tinggi melalui para guru besar untuk terus berinovasi, melakukan penelitian, memberikan solusi bagi masyarakat, serta mendukung program strategis nasional dan daerah,” tegasnya.

Acara pengukuhan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, Senat UNJA, serta sejumlah tamu kehormatan, termasuk Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., serta para rektor UNJA lintas periode dan keluarga para Guru Besar.

Dengan capaian ini, Universitas Jambi diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA