Harga Cabai Merah Keriting di Pasar Bungur Bungo Turun Tajam Pasca Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:24:42 WIB - Dibaca: 75 kali

Pedagang menunjukkan cabai merah keriting yang dijual di Pasar Bungur, Kabupaten Bungo, Sabtu (30/5/2026).
Pedagang menunjukkan cabai merah keriting yang dijual di Pasar Bungur, Kabupaten Bungo, Sabtu (30/5/2026). (Saudi)

BUNGO – Harga cabai merah keriting di Pasar Bungur, Kabupaten Bungo, mengalami penurunan cukup signifikan pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pada Sabtu (30/5/2026), harga cabai merah keriting tercatat berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, turun dibandingkan sehari sebelumnya yang masih menyentuh Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang mengaku penurunan harga terjadi setelah permintaan masyarakat mulai berkurang usai perayaan Iduladha.

Yudi, salah seorang pedagang cabai di Pasar Bungur, mengatakan saat ini cabai merah keriting dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut turun Rp20 ribu dibandingkan hari sebelumnya.

"Hari ini Rp50 ribu per kilo, kemarin masih Rp70 ribu per kilo," kata Yudi saat ditemui di Pasar Bungur, Sabtu (30/5/2026).

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Rendi. Ia menyebut harga cabai merah keriting yang dijualnya saat ini berada di angka Rp55 ribu per kilogram, sementara sehari sebelumnya mencapai Rp75 ribu per kilogram.

"Sekarang Rp55 ribu per kilo, kemarin Rp75 ribu. Memang turun setelah Lebaran Haji," ujarnya.

Para pedagang menilai turunnya harga dipengaruhi mulai berkurangnya permintaan konsumen setelah kebutuhan memasak selama Iduladha menurun. Selain itu, pasokan cabai dari daerah sentra produksi juga mulai kembali normal.

Secara nasional, sejumlah daerah juga mencatat fluktuasi harga cabai pasca Iduladha akibat perubahan permintaan dan distribusi pasokan di pasar tradisional.

Meski mengalami penurunan, harga cabai merah keriting di Pasar Bungur masih berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan harga normal beberapa bulan terakhir. Pedagang berharap harga dapat kembali stabil seiring normalnya aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas hortikultura di wilayah Jambi. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA