Khotmil Qur’an dan Pelepasan Siswa Al-Washliyah Tebo, Menjaga Tradisi Melahirkan Generasi Berakhlak

Rabu, 03 Juni 2026 - 10:00:34 WIB - Dibaca: 138 kali

Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi memberikan kata sambutan.
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi memberikan kata sambutan. (Syahrial)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Aula Utama Kantor Bupati Tebo, Rabu (3/6/2026). Puluhan siswa kelas VI SD Swasta Islam Al-Washliyah Kabupaten Tebo yang selama enam tahun menempuh pendidikan dasar, akhirnya resmi dilepas dalam sebuah prosesi yang dirangkai dengan kegiatan Khotmil Qur’an.

Sebanyak 65 siswa Angkatan ke-14 mengikuti prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat. Di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan, para siswa tidak hanya menandai berakhirnya masa belajar di bangku sekolah dasar, tetapi juga menunjukkan capaian pendidikan keagamaan yang menjadi ciri khas lembaga tersebut.

Tradisi Khotmil Qur’an yang dilaksanakan setiap tahun menjadi simbol keberhasilan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Di tengah tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus teknologi, pendidikan berbasis karakter dan akhlak dinilai semakin penting untuk membentuk generasi masa depan.

Kepala SD Swasta Islam Al-Washliyah Kabupaten Tebo, Basri, mengatakan sekolah yang dipimpinnya terus berupaya menyeimbangkan pendidikan agama dengan pengembangan potensi siswa di bidang lainnya.

Menurut dia, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga didorong untuk berprestasi dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Alhamdulillah, selain bidang keagamaan, siswa kami juga aktif dan berprestasi di bidang olahraga seperti karate, sepak bola dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Basri menilai pendidikan yang ideal harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, sekaligus keterampilan sosial. Karena itu, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan fasilitas pendukung pendidikan.

Di tengah upaya tersebut, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan sarana. Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tebo adalah pembangunan Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Saat ini sekolah kami sangat membutuhkan Ruang UKS. Mudah-mudahan ke depan dapat dibantu sehingga kami memiliki fasilitas yang layak untuk pelayanan kesehatan siswa,” harap Basri.

Kegiatan pelepasan siswa tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap komitmen SD Islam Al-Washliyah yang tetap mempertahankan pendidikan berbasis agama dan pembentukan karakter.

Menurut Nazar, model pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas dan moralitas.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan Khotmil Qur’an dan pelepasan siswa ini. Artinya masih ada sekolah yang mengedepankan pendidikan agama dan akhlak,” katanya.

Ia menilai konsep pendidikan semacam itu perlu terus dipertahankan dan dikembangkan karena tidak banyak sekolah yang secara konsisten menjadikan pembinaan akhlak sebagai bagian utama dari proses pendidikan.

“Konsep seperti ini tidak banyak diterapkan oleh sekolah lain, sehingga perlu dipertahankan,” lanjutnya.

Kepada para siswa yang lulus, Nazar berpesan agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus bekal dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa kelulusan dari sekolah dasar bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal menuju tantangan yang lebih besar.

“Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Teruslah belajar dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu. Kelulusan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” pesannya.

Nazar juga meminta para lulusan untuk menjaga nama baik almamater yang telah menjadi tempat mereka belajar dan bertumbuh selama enam tahun terakhir.

“Selama enam tahun belajar di Al-Washliyah, jagalah nama baik sekolah ini. Tunjukkan sikap sopan santun, berbudi luhur, dan akhlak yang baik di lingkungan mana pun kalian berada,” tambahnya.

Bagi para orang tua, prosesi pelepasan tersebut menjadi momen yang penuh makna. Selain menyaksikan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan dasar, mereka juga melihat hasil dari proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter keagamaan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, SD Swasta Islam Al-Washliyah Kabupaten Tebo berupaya mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, prestasi, dan nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui tradisi Khotmil Qur’an dan pelepasan siswa, sekolah tersebut kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu, berprestasi, dan berakhlakul karimah. (Syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA