Iran Tahan Belgia, Beiranvand Jadi Tembok Kokoh Team Melli

Senin, 22 Juni 2026 - 09:23:32 WIB - Dibaca: 289 kali

Kiper Iran, Alireza Beiranvand, memberikan keterangan kepada media usai laga Grup G Piala Dunia 2026 melawan Belgia.
Kiper Iran, Alireza Beiranvand, memberikan keterangan kepada media usai laga Grup G Piala Dunia 2026 melawan Belgia. (FIFA)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Timnas Iran kembali menunjukkan daya juangnya di ajang Piala Dunia 2026. Menghadapi salah satu kekuatan sepak bola Eropa, Belgia, Team Melli sukses mengamankan satu poin usai bermain imbang tanpa gol pada laga Grup G yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) WIB.

Hasil tersebut membuat Iran belum terkalahkan dalam dua pertandingan awal fase grup. Setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru, kini pasukan Amir Ghalehnoei kembali menambah koleksi poin usai menahan Belgia yang lebih diunggulkan.

Berdasarkan pantauan Jambiprima.com melalui siaran langsung pertandingan, Belgia memang tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai hampir 70 persen. Namun disiplin pertahanan Iran serta penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand membuat serangan demi serangan Belgia gagal menghasilkan gol.

Pada babak pertama, Iran justru sempat memberi kejutan. Mehdi Taremi berhasil menjebol gawang Belgia melalui skema tendangan bebas yang cerdik pada menit ke-25. Namun gol tersebut dianulir wasit karena Taremi lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Belgia terus menekan sepanjang pertandingan. Beiranvand menjadi sosok penting di bawah mistar gawang Iran dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang Youri Tielemans dan dua kesempatan emas milik Maxim De Cuyper.

Di sisi lain, Iran juga beberapa kali mengancam melalui Mehdi Taremi. Penyerang andalan Team Melli itu memaksa Thibaut Courtois bekerja keras untuk mengamankan gawang Belgia.

Memasuki babak kedua, Iran mendapat tambahan tenaga saat Alireza Jahanbakhsh masuk lapangan dan mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional. Kehadirannya menambah semangat permainan Iran yang terus berusaha mencuri kemenangan.

Peluang Iran semakin terbuka setelah Belgia kehilangan Nathan Ngoy pada menit ke-66. Bek tengah Belgia itu diganjar kartu merah langsung setelah melanggar Taremi yang berpeluang lolos sendirian ke gawang.

Meski unggul jumlah pemain hingga akhir pertandingan, Iran belum mampu memaksimalkan kesempatan tersebut menjadi gol kemenangan. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dalam rilis resmi FIFA seusai pertandingan, pelatih Iran, Amir Ghalehnoei, mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu mengimbangi permainan Belgia.

“Saya pikir ini pertandingan yang sangat menarik. Kedua tim layak menang dan sama-sama memiliki peluang meraih tiga poin. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemain, terutama Ali Beiranvand,” ujarnya usai laga.

Sementara itu, Beiranvand mengaku bangga dengan kerja keras seluruh pemain Iran saat menghadapi tekanan besar dari Belgia.

“Pertandingan ini sangat berat. Belgia adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka memberi tekanan luar biasa kepada kami, terutama pada babak pertama. Kami sebenarnya bisa memenangkan pertandingan jika lebih fokus, tetapi semua pemain telah bermain dengan hati mereka,” kata Beiranvand.

Dengan hasil ini, Iran mengoleksi dua poin dari dua pertandingan dan masih memiliki peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya. Pada laga terakhir Grup G, Iran akan menghadapi Mesir dalam pertandingan yang diperkirakan menjadi penentu nasib Team Melli di Piala Dunia 2026. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA