JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan masyarakat untuk menjauhi praktik perjudian, terutama judi online yang kini semakin mudah diakses melalui telepon genggam. Menurutnya, judi bukan hanya bertentangan dengan ajaran agama, tetapi juga menjadi penyebab hilangnya ketenangan, kebahagiaan, hingga kehancuran masa depan seseorang.
Dalam ceramah berjudul "Bahaya Judi!!! Bikin Gelisah dan Sengsara Dalam Kehidupan" yang diunggah melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official, UAH menjelaskan bahwa Al-Qur'an telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya judi karena dapat menghalangi seseorang meraih kebahagiaan dan kesuksesan hidup.
Menurutnya, daya tarik judi terletak pada iming-iming keuntungan besar dengan modal yang relatif kecil. Kondisi tersebut membuat banyak orang tergoda untuk mencoba, meskipun peluang menang sebenarnya sangat kecil.
"Judi menawarkan harapan mendapatkan banyak keuntungan dalam waktu singkat. Inilah yang sering memancing manusia mengikuti hawa nafsunya," ujar UAH dalam ceramah tersebut.
Ia menjelaskan, kecenderungan manusia yang ingin memperoleh hasil besar dengan cara mudah menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku bisnis judi. Bahkan saat ini, praktik perjudian telah berkembang dalam bentuk digital dan menyasar masyarakat melalui berbagai aplikasi maupun situs yang dapat diakses kapan saja.
UAH menilai judi online jauh lebih berbahaya dibandingkan perjudian konvensional karena keberadaannya selalu dekat dengan kehidupan masyarakat melalui telepon pintar.
"Kalau dulu perjudian dilakukan secara langsung atau offline, sekarang masuk ke dalam genggaman tangan melalui handphone yang hampir tidak pernah lepas dari aktivitas sehari-hari," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dampak pertama yang dirasakan oleh pelaku judi adalah hilangnya ketenangan batin. Perasaan gelisah akan terus muncul karena pemain selalu berharap mendapatkan kemenangan yang lebih besar.
Menurutnya, tidak sedikit orang yang akhirnya mempertaruhkan harta benda, tabungan keluarga, hingga karier akibat terjerat perjudian. Bahkan, berbagai kasus menunjukkan bagaimana perjudian dapat menghancurkan reputasi dan masa depan seseorang.
Dalam penjelasannya, UAH juga mengungkap cara kerja sistem judi online yang dirancang untuk membuat pemain terus kembali bermain. Para pemain biasanya diberi kemenangan pada waktu tertentu agar muncul keyakinan bahwa mereka bisa memperoleh keuntungan besar, padahal sebagian besar uang yang dipertaruhkan telah menjadi keuntungan bandar.
"Bandar mengambil sebagian besar uang yang masuk, sementara hanya sebagian kecil yang diputar kembali agar pemain tetap memiliki harapan untuk menang," jelasnya.
Karena itu, UAH mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda dengan tawaran keuntungan instan. Ia menegaskan bahwa tidak ada orang yang benar-benar menjadi kaya karena judi.
"Judi bukan tempat mencari rezeki. Yang terjadi justru sebaliknya, yakni kegelisahan, kerugian, dan kesengsaraan dalam kehidupan," pungkasnya. (Rhm)
UAS Jelaskan Cara Membedakan Perkataan Hati dan Bisikan Setan
Bupati Tebo Hadiri Pengajian Akbar di Rimbo Bujang, Ribuan Jamaah Ikuti Tausiah Ustaz Abdul Somad
Kabar Gembira! Jamaah Haji Tebo Segera Tiba, Kloter 24 Dimajukan
Sambut 1 Muharram 1448 H, Warga Pasar Lubuk Landai Gelar Pawai Obor dan Tabligh Akbar
Haflah Khotmil Qur'an BUQ Jadi Momentum Dakwah Cetak Generasi Qur'ani
Ponpes Raudhatul Mujawwidin Teguhkan Tujuh Komitmen Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual
Bangun Generasi Tangguh, KUA Tebo Tengah Gelar Bimbingan Remaja di Lingkungan Pesantren