Mimpi Irak Berakhir, Kartu Merah Warnai Kekalahan Telak dari Senegal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:33:16 WIB - Dibaca: 136 kali

Wasit Anthony Taylor bersiap mengeluarkan kartu merah kepada bek Irak, Rebin Sulaka, usai meninjau tayangan VAR pada laga Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal di Toronto Stadium, Sabtu (27/6/2026) WIB.
Wasit Anthony Taylor bersiap mengeluarkan kartu merah kepada bek Irak, Rebin Sulaka, usai meninjau tayangan VAR pada laga Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal di Toronto Stadium, Sabtu (27/6/2026) WIB. (FIFA)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Perjalanan Timnas Irak di Piala Dunia 2026 berakhir tanpa satu pun poin. Pada laga terakhir Grup I, Irak harus mengakui keunggulan Senegal dengan skor telak 0-5 di Toronto Stadium, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut memastikan Irak menutup fase grup di dasar klasemen setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Sebelumnya, mereka kalah 1-4 dari Norwegia dan 0-3 saat menghadapi Prancis.

Dari hasil pengamatan Jambiprima.com melalui siaran langsung pertandingan, Irak sebenarnya berusaha mengimbangi permainan Senegal pada awal laga. Namun, situasi berubah drastis setelah kebobolan pada menit keempat melalui sentuhan Habib Diarra.

Petaka datang beberapa menit kemudian. Bek Rebin Sulaka diganjar kartu merah langsung setelah wasit Anthony Taylor meninjau tayangan VAR dan memutuskan sang pemain menggagalkan peluang emas Sadio Mane yang tinggal berhadapan dengan kiper.

Bermain dengan 10 pemain membuat Irak semakin tertekan. Memasuki babak kedua, kesalahan lini belakang dimanfaatkan Senegal untuk menambah empat gol melalui Ismaila Sarr, dua gol Pape Gueye, dan Iliman Ndiaye.

Meski kalah telak, pelatih Irak Graham Arnold tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah berjuang di grup berat menghadapi Prancis, Norwegia, dan Senegal.

Dalam rilis resmi FIFA, Arnold menilai kartu merah di awal pertandingan menjadi momen yang sangat menentukan jalannya laga.

"Hari ini sangat berat setelah kartu merah di awal pertandingan. Ketika Anda melakukan kesalahan seperti yang kami buat, Anda akan dihukum di Piala Dunia. Kami berada di grup yang sangat berat. Kami bermain baik dalam dua dari tiga pertandingan. Saya berharap para pemain pulang dengan pengalaman berharga karena mereka kini tahu apa yang dibutuhkan untuk bersaing melawan pemain-pemain di level ini," ujar Arnold.

Pelatih asal Australia itu juga mengucapkan terima kasih kepada suporter Irak yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.

"Para pendukung begitu luar biasa. Mereka sangat berisik dan terus mendukung kami. Kami bangga bisa memberi mereka kesempatan menikmati Piala Dunia," tuturnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA