JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Perjalanan Timnas Austria di Piala Dunia FIFA 2026 harus berakhir setelah kalah 0-3 dari Spanyol pada babak 32 besar di Los Angeles Stadium, California, Amerika Serikat, Jum'at (3/7/2026) dini hari WIB.
Austria sempat mampu mengimbangi permainan Spanyol pada awal pertandingan. Namun, dominasi penguasaan bola La Roja membuat tim asuhan Ralf Rangnick kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya kebobolan tiga gol tanpa balas.
Gol pembuka Spanyol dicetak Mikel Oyarzabal pada menit ke-36 setelah menerima umpan Marc Cucurella. Memasuki babak kedua, Pedro Porro menggandakan keunggulan melalui sundulan pada menit ke-66. Oyarzabal kemudian memastikan kemenangan Spanyol lewat gol keduanya pada menit ke-89.
Austria sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, di antaranya melalui Michael Gregoritsch dan Sasa Kalajdzic. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Kekalahan ini memastikan Austria tersingkir dari Piala Dunia 2026, sedangkan Spanyol melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Portugal.
Dalam rilis resmi FIFA, kapten Austria David Alaba mengakui Spanyol tampil lebih dominan, terutama setelah pertengahan babak pertama.
"Selama 20 hingga 25 menit pertama kami bermain cukup baik. Namun setelah itu mereka mengubah sedikit cara bermain dan pertandingan menjadi jauh lebih sulit bagi kami. Mereka sangat kuat saat menguasai bola. Mereka memiliki banyak penguasaan bola dan setelah 90 menit sangat sulit jika hanya terus mengejar bola. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas dan sangat berbahaya," ujar Alaba.
Alaba mengungkapkan suasana ruang ganti Austria dipenuhi kekecewaan setelah gagal mewujudkan target melangkah lebih jauh di Piala Dunia.
"Ada rasa hampa dan kesedihan dalam diri kami. Tentu kami sangat kecewa dan itulah yang juga dirasakan di ruang ganti. Namun kami tetap harus bangga pada diri sendiri. Kembali tampil di Piala Dunia adalah sesuatu yang istimewa, tetapi tim ini memiliki mimpi besar. Ketika mimpi itu tidak bisa diwujudkan, tentu rasanya sangat menyakitkan," katanya.
Sementara itu, pelatih Austria Ralf Rangnick menilai anak asuhnya masih mampu memberikan perlawanan sebelum gol pertama Spanyol tercipta.
"Kami jelas kecewa karena perjalanan kami harus berakhir hari ini. Saya pikir hingga kami tertinggal 0-1, kami masih mampu menjaga pertandingan tetap terbuka dengan bermain sesuai kekuatan kami. Setelah skor menjadi 0-2, pertandingan menjadi sangat sulit, apalagi dengan komposisi pemain menyerang yang kami miliki di lapangan," kata Rangnick.
Menurut Rangnick, Austria sempat memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan melalui Michael Gregoritsch, namun gagal dimanfaatkan dengan baik.
"Saya ulangi lagi, hingga gol pertama tercipta kami masih berada dalam pertandingan. Kami seharusnya bisa sedikit lebih berani saat menguasai bola dalam beberapa situasi. Lalu ada peluang Gregoritsch. Jika Anda mendapatkan peluang seperti itu saat melawan Spanyol dan berhasil mencetak gol, tiba-tiba Anda unggul 1-0. Namun kami juga harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang luar biasa," tutupnya. (Sab)
Senegal Gagal Pertahankan Keunggulan, Tersingkir Dramatis dari Belgia di Piala Dunia 2026
Congo DR Tersingkir Terhormat, Sempat Kejutkan Inggris Sebelum Ditumbangkan Dua Gol Harry Kane
Meksiko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Taklukkan Ekuador 2-0
Ditekuk Prancis 0-3, Perjuangan Swedia di Piala Dunia 2026 Terhenti di Babak 32 Besar
Mimpi Pantai Gading Terhenti, Gol Telat Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar
Kemenangan di Depan Mata Sirna, Belanda Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026
Paraguay Hentikan Langkah Jerman, Orlando Gill Jadi Pahlawan di Adu Penalti