Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Dunia Usaha, DPR: Data Akurat Perkuat Daya Saing Ekonomi

Jumat, 03 Juli 2026 - 15:03:46 WIB - Dibaca: 122 kali

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting dalam pengembangan SDM dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting dalam pengembangan SDM dan peningkatan daya saing ekonomi nasional. (Humas PKS)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dinilai akan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem bisnis dan peningkatan daya saing ekonomi nasional. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyatakan pemetaan sektor ekonomi, termasuk ekonomi kreatif yang dilakukan lebih komprehensif untuk pertama kalinya, akan membantu pemerintah dan pelaku usaha menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan perkembangan industri.

Menurut Kurniasih, ketersediaan data yang akurat akan membuat kebijakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lebih tepat sasaran karena disusun berdasarkan kondisi riil dunia usaha, bukan sekadar asumsi.

"Data yang akurat sangat dibutuhkan agar kebijakan pendidikan tidak disusun berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan lebih tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan, Kamis (2/7/2026).

Ia menilai hasil SE 2026 akan memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai kebutuhan kompetensi tenaga kerja di berbagai subsektor usaha dan wilayah. Informasi tersebut dinilai penting bagi dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum, membuka program studi yang relevan, serta memperkuat pendidikan vokasi agar menghasilkan lulusan yang siap memasuki pasar kerja.

Bagi dunia usaha, ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing. Karena itu, sinkronisasi antara kebutuhan industri dan sistem pendidikan dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi.

Kurniasih menambahkan, setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda sehingga pengembangan pendidikan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi sektor unggulan masing-masing daerah.

"Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendidikan vokasi maupun pendidikan tinggi perlu mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan potensi daerah agar lulusannya memiliki kompetensi yang relevan dan siap berkontribusi di dunia kerja," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam membangun SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Menurutnya, kemitraan antara sekolah vokasi, perguruan tinggi, dan pelaku usaha akan menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang inovatif dan kompetitif, sekaligus mendukung transformasi ekonomi nasional.

Selain itu, Kurniasih mengapresiasi langkah Badan Pusat Statistik (BPS) yang terus memperkuat kualitas data melalui pelaksanaan SE 2026. Data yang komprehensif dinilai tidak hanya menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan, tetapi juga menjadi referensi bagi berbagai kementerian dan lembaga dalam merancang strategi pengembangan SDM serta mendukung iklim investasi.

Ia pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang akurat selama pelaksanaan sensus.

"Semakin baik kualitas data yang dihimpun, semakin kuat pula dasar penyusunan kebijakan pendidikan dan pengembangan SDM yang mampu menjawab tantangan masa depan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tutupnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA