Bimas Islam-Taspen Integrasikan SIMKAH, Layanan Administrasi Nikah ASN Makin Cepat

Jumat, 03 Juli 2026 - 15:08:18 WIB - Dibaca: 62 kali

Penandatanganan kerja sama integrasi SIMKAH dengan layanan PT Taspen (Persero) oleh Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dan Direktur Utama PT Taspen Rony Hanityo Aprianto di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta
Penandatanganan kerja sama integrasi SIMKAH dengan layanan PT Taspen (Persero) oleh Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dan Direktur Utama PT Taspen Rony Hanityo Aprianto di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta (Bimas Islam)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama resmi menjalin kerja sama dengan PT Taspen (Persero) untuk mengintegrasikan data kepesertaan pada Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dengan layanan Taspen. Integrasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital layanan nikah sekaligus mempercepat proses administrasi bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian oleh Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dan Direktur Utama PT Taspen (Persero), Rony Hanityo Aprianto, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, transformasi pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan digitalisasi sistem, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antarlembaga agar pelayanan menjadi lebih sederhana, cepat, dan efisien.

"Kerja sama ini ikhtiar menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat. Teknologi harus mampu memberikan kemudahan dalam setiap layanan yang kita selenggarakan," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Abu Rokhmad, Ditjen Bimas Islam memiliki jaringan pelayanan yang luas melalui ribuan Kantor Urusan Agama (KUA), ratusan ribu masjid binaan, serta penyuluh agama Islam di berbagai daerah. Jaringan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan inovasi layanan digital melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Melalui integrasi SIMKAH dengan layanan Taspen, proses administrasi akan menjadi lebih sederhana karena pemanfaatan data dilakukan secara terhubung. Masyarakat, khususnya ASN yang menggunakan layanan nikah di KUA, tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan dokumen yang sama kepada instansi berbeda sehingga pelayanan menjadi lebih praktis, efektif, dan akurat.

Penguatan layanan digital ini juga sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendorong transformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi, penguatan kolaborasi, serta peningkatan kualitas layanan keagamaan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PT Taspen (Persero), Rony Hanityo Aprianto, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, integrasi SIMKAH dengan layanan Taspen merupakan langkah strategis untuk mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta Taspen dan masyarakat.

"Melalui integrasi sistem informasi ini, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, mempercepat proses administrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat," katanya.

Rony menambahkan, sinergi dengan Ditjen Bimas Islam membuka peluang pengembangan layanan digital yang lebih luas karena didukung jaringan pelayanan yang menjangkau ribuan KUA, ratusan ribu masjid, dan berbagai layanan keagamaan lainnya di seluruh Indonesia.

"Kami berharap sinergi antara PT Taspen dan Ditjen Bimas Islam terus berkembang melalui berbagai inovasi layanan digital. Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, kolaborasi kedua institusi diyakini mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat," pungkasnya. (San)





BERITA BERIKUTNYA