Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh Bangkitkan Semangat Pelestarian Adat dan Budaya

Minggu, 05 Juli 2026 - 10:07:07 WIB - Dibaca: 72 kali

Penampilan Tari Iyo-Iyo memeriahkan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026).
Penampilan Tari Iyo-Iyo memeriahkan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026). (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, SUNGAI PENUH – Ribuan masyarakat memadati kawasan Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh, sebuah tradisi adat yang kembali digelar sebagai wujud pelestarian budaya warisan leluhur masyarakat Kerinci.

Mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab", Kenduri Sko tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat adat di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat, pemberian gelar kehormatan kepada sejumlah tokoh, hingga penampilan berbagai kesenian tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Sungai Penuh.

Pada kesempatan tersebut, Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar adat kehormatan kepada Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yakni Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Selain itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menerima gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinar Bumi Sakti, serta Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa adat merupakan fondasi kehidupan masyarakat yang harus tetap dijaga di tengah modernisasi.

"Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah menunjukkan adat dan agama saling menguatkan," ujarnya.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan Kenduri Sko memiliki makna yang sangat penting karena menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan terus merawat nilai-nilai adat sebagai perekat kehidupan sosial.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga adat, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026.

Menurutnya, Kenduri Sko bukan hanya seremoni adat, tetapi juga menjadi media untuk mewariskan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah kepada generasi penerus.

"Melalui Kenduri Sko, masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kerinci," katanya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA