JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Bidang Sosial dan Dakwah Umum (Bidsosdaum) Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) kembali menggelar Layanan Khitan Terpadu (LKT) yang diikuti sebanyak 110 anak di Selasar Ar-Razaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan mengangkat nuansa budaya Betawi sebagai bagian dari pelestarian tradisi lokal.
Sejak pagi, ratusan peserta bersama orang tua memadati kawasan Masjid Istiqlal. Suasana semakin semarak dengan penampilan Ondel-ondel, prosesi Palang Pintu, hingga arak-arakan peserta menggunakan delman sebelum memasuki lokasi khitan.
Kegiatan sosial ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA.
Dalam sambutannya, KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa khitan bukan sekadar tradisi atau kewajiban dalam ajaran Islam, tetapi juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan sekaligus menjadi simbol kedewasaan seorang anak.
"Khitan bukan hanya kewajiban agama dan penting bagi kesehatan, tetapi juga menjadi penanda bahwa anak-anak kita mulai siap tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan telah memasuki fase mumayyiz, yakni mampu membedakan mana yang baik dan buruk," ujar KH Nasaruddin Umar.
Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti khitan massal dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut juga disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan sosial seperti khitan massal menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas.
"Kolaborasi sosial seperti ini merupakan pilar penting dalam mencetak Generasi Emas yang beriman, bertakwa, sehat, cerdas, dan kompetitif untuk memajukan bangsa," kata Arifin.
Selain memberikan layanan khitan secara gratis, kegiatan ini juga menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak melalui sentuhan budaya Betawi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi rasa takut peserta sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
BPMI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Layanan Khitan Terpadu 2026. Panitia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan agar seluruh peserta yang telah dikhitan tumbuh menjadi anak yang saleh, sehat, tangguh, cerdas, serta menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa. (Rhm)
Jakarta–Muara Bungo Terhubung, Batik Air Terbang Perdana, Gubernur Al Haris: Ini Kunci Pemerataan
Bimas Islam-Taspen Integrasikan SIMKAH, Layanan Administrasi Nikah ASN Makin Cepat
Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, Teken Sejumlah MoU Strategis
Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Dukung Polri Semakin Presisi
BAM DPR RI Dorong Penyelesaian Konflik Plasma Sawit Mandailing Natal yang Berlarut 18 Tahun
MENJAGA KONSTITUSI DARI GODAAN PRAGMATISME POLITIK (Makna Putusan MK tentang Pilkada Langsung))
Advokasi Pemprov Jambi Soroti Sikap Iskandar yang Dinilai Playing Victim