Wisuda Santri Pagar Nusa Tebo, KH Basri: Pendekar Harus Kuat Fisik, Iman, dan Akhlak

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:56:02 WIB - Dibaca: 55 kali

Jajaran PCNU, Kapolres Tebo, pengurus, dan peserta mengikuti Tasyakuran serta Doa Bersama dalam rangka Wisuda Santri dan Pengukuhan Anggota Kehormatan Pagar Nusa Cabang Tebo di Gedung LAM Kabupaten Tebo, Senin (27/7/2026).
Jajaran PCNU, Kapolres Tebo, pengurus, dan peserta mengikuti Tasyakuran serta Doa Bersama dalam rangka Wisuda Santri dan Pengukuhan Anggota Kehormatan Pagar Nusa Cabang Tebo di Gedung LAM Kabupaten Tebo, Senin (27/7/2026). (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Tebo menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama dalam rangka Wisuda Santri Pagar Nusa di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Tebo, Senin (27/7/2026). Dalam kegiatan itu, para pendekar diingatkan agar tidak hanya menguasai bela diri, tetapi juga menjaga akidah dan akhlak sebagai santri.

Acara tersebut dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Tebo, Kapolres Tebo, perwakilan Disporapar Tebo, dewan pembina, anggota kehormatan, dewan pendekar, pelatih cabang, hingga anggota tetap Pagar Nusa Cabang Tebo.

Dalam tausiahnya, Khatib Syuriah PCNU Kabupaten Tebo yang juga Sesepuh Pagar Nusa Tebo, KH Basri, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa setiap pendekar Pagar Nusa harus menjiwai setiap gerakan pencak silat dengan kelembutan hati serta tetap berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

Menurut KH Basri, pencak silat bukan sekadar latihan fisik untuk membentuk kemampuan bertarung. Lebih dari itu, ilmu bela diri harus mampu membangun karakter, memperkuat keimanan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Gerakan silat tidak boleh hanya berhenti pada aspek fisik, melainkan harus membawa pengaruh positif terhadap gerakan hati, keimanan, dan ketakwaan. Pendekar Pagar Nusa juga harus menjaga karakter santri dan tetap teguh memegang akidah Ahlussunnah wal Jama'ah," ujar KH Basri.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pendekar Pagar Nusa senantiasa membawa nilai-nilai khas santri dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, organisasi Pagar Nusa memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak, dan berintegritas.

Momentum wisuda ini, kata KH Basri, bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian para santri kepada masyarakat, agama, dan organisasi.

Di akhir tausiahnya, KH Basri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri Pagar Nusa dan anggota kehormatan Cabang Tebo yang telah dikukuhkan.

"Selamat berkhidmat kepada seluruh Santri Pagar Nusa dan Anggota Kehormatan Cabang Tebo yang telah dikukuhkan. Jadikan Pagar Nusa sebagai wadah untuk membentuk generasi muda NU yang tangguh, baik secara lahir maupun batin," pungkasnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA