Merantau ke Bungo Jual Atribut Kemerdekaan, Ujang Sempat Raup Omzet Rp5 Juta per Hari

Jumat, 07 Agustus 2026 - 11:44:21 WIB - Dibaca: 76 kali

Ujang Anay, pedagang atribut HUT RI asal Garut, Jawa Barat berjuala di pinggir jalan lintas sumatra. Foto: Saudi
Ujang Anay, pedagang atribut HUT RI asal Garut, Jawa Barat berjuala di pinggir jalan lintas sumatra. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan atribut merah putih mulai marak di sejumlah titik di Kota Muara Bungo. Para pedagang musiman pun berdatangan dari berbagai daerah untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan masyarakat.

Salah seorang pedagang tersebut adalah Ujang Anay, warga Garut, Jawa Barat. Bersama tiga orang rekannya, ia datang ke Kabupaten Bungo untuk menjajakan berbagai perlengkapan peringatan HUT RI.

Ujang menjelaskan, mereka berangkat dari Garut pada 23 Juli 2026 dan menempuh perjalanan selama dua hari sebelum tiba di Kota Muara Bungo pada 25 Juli 2026.

Dua hari setelah tiba, tepatnya pada 27 Juli 2026, mereka mulai membuka lapak dan menjual aneka atribut kemerdekaan, seperti bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga perlengkapan lainnya untuk memeriahkan HUT RI ke-81.

Menurut Ujang, momentum peringatan Hari Kemerdekaan menjadi kesempatan yang selalu dimanfaatkan setiap tahun untuk mencari penghasilan tambahan. Karena itu, ia bersama tiga rekannya memilih datang ke Kabupaten Bungo untuk berdagang selama musim perayaan berlangsung.

Selama berada di Bungo, mereka menyewa sebuah rumah di kawasan Sei Pinang, Kecamatan Bungo Dani, sebagai tempat tinggal sementara hingga penjualan atribut kemerdekaan selesai.

Saat ditemui wartawan jambiprima.com, Jumat (7/8/2026), Ujang mengatakan penjualan pada pekan pertama cukup menggembirakan. Omzet harian yang diperolehnya bahkan mencapai Rp5 juta.

"Seminggu pertama alhamdulillah omzet harian bisa sampai Rp5 juta," kata Ujang.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa memasuki awal Agustus kondisi penjualan mulai melambat. Omzet harian yang sebelumnya tinggi kini mengalami penurunan.

"Sekarang mulai menurun, paling sekitar Rp2 jutaan per hari," ujarnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA