FKPP Bungo Digelar di Ponpes Raudhatul Tholibin, Tekankan Persatuan Antar Pesantren

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 11:31:59 WIB - Dibaca: 54 kali

Suasana pertemuan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Pondok Pesantren Raudhatul Tholibin, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Sabtu (8/8/2026). Foto: Saudi
Suasana pertemuan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Pondok Pesantren Raudhatul Tholibin, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Sabtu (8/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) menggelar pertemuan di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Tholibin, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo. Pertemuan bertajuk "Silaturahim & Kajian Bersama" itu menjadi momentum mempererat ukhuwah dan membangun sinergi antarpondok pesantren, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema "Mempererat Ukhuwah, Membangun Sinergi untuk Pesantren yang Maju dan Berkah." Pertemuan FKPP dihadiri sejumlah pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Bungo.

Dalam kegiatan itu, para pimpinan pesantren menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan antarpondok. FKPP diharapkan menjadi ruang untuk saling berkomunikasi, berbagi, serta memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan pesantren.

Selain mempererat hubungan antarpimpinan pesantren, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk mengingatkan kembali bahwa ilmu yang diperoleh di lingkungan pesantren harus diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Konfirmasi Pimpinan Ponpes Ad-Dhuha

Pimpinan Pondok Pesantren Ad-Dhuha, Dr. Mukhlisin, yang hadir dalam kegiatan itu, mengatakan FKPP menjadi wadah untuk memperkuat hubungan persaudaraan antarpondok pesantren. Menurutnya, keberadaan FKPP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan visi dalam mengembangkan pesantren.

"Kita sebagai saudara sangat mencintai melalui FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren). Tujuan ilmu adalah untuk diamalkan," kata Dr. Mukhlisin dalam keterangannya.

Ia menegaskan, para pengelola pondok pesantren perlu membangun rasa saling mencintai dan menghindari perpecahan maupun sikap saling menjatuhkan.

"Kita mencintai antarpondok, maka kita tidak akan berpecah belah, tidak akan terkotak-kotak. Kita saling mencintai sesama pondok," ujarnya.

Menurut Mukhlisin, persaingan antarpondok pesantren seharusnya tidak diarahkan pada persaingan negatif. Sebaliknya, setiap pesantren perlu saling mendukung agar pendidikan pesantren dapat berkembang bersama.

"Kita tidak boleh saling bersaing yang negatif, tetapi sesama pondok mari saling mencintai, sebagaimana kita mencintai diri kita," katanya.

Dia juga mengajak seluruh pimpinan dan keluarga besar pondok pesantren untuk menjaga silaturahim dengan aktif menghadiri setiap kegiatan FKPP.

"Mari kita mempererat tali silaturahim. Setiap ada pertemuan kita datang, setiap ada undangan kita datang," tuturnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA