Bupati Merangin Ajak Warga Manfaatkan CKG Gratis hingga Tingkat Desa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:39:42 WIB - Dibaca: 87 kali

Bupati Merangin H M Syukur saat membuka pertemuan koordinasi pelaksanaan CKG dan sosialisasi E-Posyandu di Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (11/8/2026). Foto: Saudi
Bupati Merangin H M Syukur saat membuka pertemuan koordinasi pelaksanaan CKG dan sosialisasi E-Posyandu di Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (11/8/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Bupati Merangin H M Syukur mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah pusat. Layanan tersebut dinilai penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini tanpa dipungut biaya.

Ajakan itu disampaikan H M Syukur saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan CKG sekaligus Sosialisasi Website E-Posyandu (6 SPM) Kabupaten Merangin 2026 di Auditorium Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (11/8/2026).

Bupati mengatakan program CKG telah terstruktur dan dapat diakses masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa melalui jaringan Puskesmas, Posyandu, serta bidan desa.

"CKG yang merupakan layanan preventif ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit secara dini tanpa dipungut biaya. Jangan takut untuk mengecek kesehatan kita, untuk itu manfaatkan program ini dengan baik," ujar Syukur.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi tubuhnya. Jika ditemukan indikasi penyakit, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"CKG untuk kebaikan semua masyarakat. Bila CKG dilakukan, kondisi kesehatan akan selalu terkontrol dengan baik, sehingga bisa cepat diambil solusi apabila terdeteksi adanya penyakit," katanya.

Syukur juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit parah untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

"Percuma kita banyak uang, tapi tidak bisa menikmatinya karena badan tidak sehat. Alhamdulillah dari sering cek kesehatan saya belum ada penyakit," terang Syukur.

Dia mengakui masih ada masyarakat, terutama yang tinggal di dusun-dusun, yang takut atau enggan memeriksakan kesehatan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat masyarakat salah memahami gejala penyakit.

"Banyak masyarakat terutama yang di dusun-dusun yang takut dan tidak pernah mengecek kesehatannya, begitu ada penyakit sedikit jadi berpikir macam-macam, kena guna-gunalah, padahal sebenarnya tidak begitu," ujarnya.

Posyandu Kini Punya Enam Standar Pelayanan

Dalam kesempatan yang sama, Syukur juga menyosialisasikan website E-Posyandu Kabupaten Merangin 2026. Dia menjelaskan Posyandu saat ini telah mengalami transformasi dan tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan bayi serta pemberian makanan tambahan.

Menurut Syukur, Posyandu kini memiliki enam standar pelayanan yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat.

"Pertama Posyandu melayani kesehatan, memeriksa ibu hamil, imunisasi, gizi balita, skrining penyakit dan layanan kesehatan untuk semua usia, lalu pelayanan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman ketertiban umum perlindungan masyarakat dan terakhir pelayanan sosial," jelasnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA