JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Seorang tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustadz Qodri, memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada santri yang tidak mengikuti apel pagi, Rabu (12/8/2026).
Alih-alih memberikan hukuman yang bersifat fisik, Ustadz Qodri memilih meminta santri tersebut melaksanakan sholat Dhuha. Hukuman itu diberikan sebagai bagian dari upaya mendidik santri agar semakin dekat dengan Allah SWT.
“Pagi ini, ada santri yang tidak mengikuti apel. Hukuman yang kami berikan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendidik: sholat Dhuha,” ujar Ustadz Qodri.
Menurutnya, pemberian hukuman dalam pendidikan seharusnya tidak bertujuan menimbulkan rasa takut kepada pendidik. Hukuman justru diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam diri santri.
“Sebab, hukuman terbaik adalah hukuman yang membuat anak semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh,” katanya.
Ustadz Qodri menegaskan, mendidik santri bukan sekadar membuat mereka takut kepada guru. Lebih dari itu, pendidikan harus menanamkan kesadaran agar anak memahami pentingnya menjaga kebaikan.
“Mendidik bukan tentang membuat anak takut kepada kita, tetapi mengajarkan mereka agar takut kehilangan kebaikan,” pungkasnya. (Sab)
Komsos di Aur Cino, Babinsa Dorong Warga Perkuat Kepedulian terhadap Keamanan Lingkungan
Camat Tanah Sepenggal Lintas Sulaiman, AS, S.Sos Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab Saat Apel Pagi
Kebun Karet Terbakar 2.500 Meter Persegi, Polsek Muara Bungo dan Manggala Agni Bergerak Cepat
Lomba Rakyat Demokrat Bungo Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat dan HUT RI ke-81
Maulid Nabi di Ponpes Addhuha, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Babinsa Batang Bungo Turun ke Pasar, Pantau Harga dan Stok Sembako
Empat Sekolah Bergiliran, Tahun Ini Ponpes Ad-Dhuha Jadi Paskibra Purwosari