JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Atletico Madrid mengirim sinyal kuat pada awal perjalanan mereka di LaLiga 2026/2027. Bertandang ke Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Sabtu (29/8/2026) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Los Rojiblancos tidak sekadar membawa pulang tiga poin. Mereka menunjukkan bagaimana efektivitas, agresivitas, dan kemampuan memanfaatkan momentum dapat mengubah pertandingan tandang menjadi kemenangan meyakinkan.
Atletico menundukkan Sevilla 3-1 dalam pertandingan yang sejak awal berada di bawah kendali tim asuhan Diego Simeone. Alex Baena tampil sebagai tokoh utama dengan dua gol, sementara Ademola Lookman menambah satu gol. Sevilla hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Miguel Sierra.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua Atletico pada awal kompetisi musim ini sekaligus memperlihatkan bahwa tim Simeone memiliki senjata berbeda dalam membangun serangan.
Atletico tidak membutuhkan waktu lama untuk memperlihatkan intensitas permainan mereka.
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Baena membuka keunggulan tim tamu. Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Keunggulan cepat membuat Atletico mendapatkan kontrol psikologis atas pertandingan sekaligus memaksa Sevilla bermain dalam situasi yang tidak ideal.
Sevilla yang tampil di hadapan pendukung sendiri harus mengejar ketertinggalan sejak awal. Sebaliknya, Atletico memiliki ruang lebih besar untuk menjalankan pendekatan permainan yang menjadi ciri khas mereka: bertahan dengan struktur yang disiplin, kemudian bergerak cepat ketika mendapatkan kesempatan melakukan transisi.
Situasi tersebut semakin menguntungkan Atletico ketika Lookman menggandakan keunggulan pada menit ke-26.
Gol kedua membuat tekanan terhadap Sevilla semakin berat. Tuan rumah bukan hanya harus mencari gol balasan, tetapi juga menghadapi ancaman serangan balik Atletico yang terus muncul ketika ruang di lini belakang mereka terbuka.
Hanya enam menit setelah gol Lookman, Atletico kembali menghukum Sevilla.
Baena mencetak gol keduanya pada menit ke-32 untuk membawa Atletico unggul 3-0.
Dalam rentang waktu kurang dari setengah jam, Atletico telah membangun keunggulan yang membuat pertandingan berubah menjadi persoalan bagaimana Sevilla keluar dari tekanan, bukan lagi bagaimana Atletico menciptakan peluang.
Tiga gol pada babak pertama juga memperlihatkan satu aspek penting dari performa Atletico: efektivitas.
Tim Simeone tidak membutuhkan dominasi tanpa henti untuk menciptakan kerusakan. Ketika peluang datang, mereka mampu mengubahnya menjadi gol.
Dua gol Baena menjadi bagian paling menonjol dari kemenangan Atletico.
Penampilan tersebut penting bukan hanya karena jumlah gol yang dicetak. Baena juga memberikan ancaman konstan kepada lini belakang Sevilla dan menjadi salah satu pemain yang membuat serangan Atletico memiliki dimensi berbeda.
Bagi Simeone, performa seperti inilah yang ingin terus dilihat dari sang pemain.
Pelatih asal Argentina tersebut secara terbuka menyampaikan tuntutan terhadap Baena setelah pertandingan.
“Necesitamos esto de Baena y se lo vamos a exigir.”
Pernyataan tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa Simeone tidak melihat dua gol Baena sebagai penampilan sesaat. Ia menginginkan level permainan tersebut menjadi standar baru bagi pemainnya.
Simeone menilai pengalaman Baena setelah tampil di Piala Dunia turut membantu meningkatkan kepercayaan dirinya. Pengalaman di panggung internasional memberikan tambahan kematangan, sementara kepercayaan diri yang meningkat terlihat dari keberaniannya memberikan kontribusi langsung di lini depan.
“Dia pemain yang berbeda dan kami menganggapnya berada di level ini. Dia sudah membuktikannya dan kami akan menuntut level seperti ini darinya,” ujar Simeone.
Dengan kata lain, dua gol di Sevilla bukan hanya tentang statistik. Bagi Atletico, performa Baena membuka kemungkinan bahwa mereka memiliki pemain yang mampu menjadi pembeda ketika pertandingan membutuhkan kualitas individual.
Tertinggal tiga gol pada babak pertama membuat Sevilla memasuki paruh kedua dengan kebutuhan mendesak untuk mencetak gol.
Tuan rumah memang mencoba meningkatkan tekanan. Bahkan, mereka sempat mendapatkan momen ketika Lookman kembali mencetak gol pada menit ke-51. Namun, gol tersebut dianulir karena berada dalam posisi offside.
Sevilla akhirnya memperoleh gol yang sah pada menit ke-67.
Miguel Sierra berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Gol tersebut menghidupkan kembali harapan tuan rumah. Dengan waktu pertandingan yang masih tersedia, Sevilla memiliki peluang untuk memberikan tekanan lebih besar dan mencoba mencari gol kedua.
Namun, di sinilah kematangan Atletico kembali terlihat.
Alih-alih kehilangan kendali setelah Sevilla memperkecil skor, Atletico mampu menjaga struktur permainan. Keunggulan dua gol membuat mereka memiliki keuntungan untuk mengatur tempo dan mengurangi ruang yang dapat dimanfaatkan tuan rumah.
Sevilla tidak lagi mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengubah momentum menjadi gol tambahan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Atletico dengan skor 3-1.
Jika babak pertama menjadi fondasi kemenangan, maka babak kedua menjadi ujian kedewasaan Atletico.
Mencetak tiga gol dalam 32 menit pertama menunjukkan kualitas serangan. Tetapi mempertahankan keunggulan setelah lawan memperkecil skor menunjukkan kemampuan mengelola pertandingan.
Dua aspek tersebut berjalan beriringan dalam kemenangan Atletico di Ramon Sanchez-Pizjuan.
Simeone sendiri menilai timnya mampu memperlihatkan komitmen, identitas permainan, dan efektivitas ketika melakukan transisi. Tiga hal tersebut menjadi kunci untuk memahami kemenangan Atletico.
Atletico tidak hanya menang karena Sevilla tampil buruk. Mereka mampu memaksimalkan situasi yang tersedia dan kemudian menjaga keunggulan ketika pertandingan memasuki fase yang lebih sulit.
Hal ini penting mengingat perjalanan LaLiga masih panjang. Konsistensi tidak akan ditentukan oleh satu pertandingan, tetapi pertandingan seperti menghadapi Sevilla dapat menjadi indikator awal mengenai karakter sebuah tim.
Tiga poin dari Sevilla membuat Atletico mencatat kemenangan kedua mereka pada awal musim LaLiga 2026/2027.
Hasil ini memberi modal penting bagi tim Simeone. Terlebih, kemenangan diraih di kandang lawan dengan cara yang relatif meyakinkan.
Namun, yang lebih menarik bukan hanya posisi Atletico setelah pertandingan tersebut, melainkan perkembangan struktur tim dan munculnya pemain yang mampu mengambil tanggung jawab di lini serang.
Baena menjadi contoh paling jelas.
Dua golnya menunjukkan kualitas penyelesaian sekaligus keberanian tampil sebagai pemain pembeda. Lookman juga memberikan kontribusi penting melalui gol kedua Atletico, sementara secara kolektif Atletico mampu mengubah keunggulan awal menjadi kontrol pertandingan.
Bagi Simeone, tantangan berikutnya justru mempertahankan standar tersebut.
Pelatih Atletico itu telah memberikan pesan yang cukup jelas kepada Baena: penampilan seperti di Sevilla bukan sesuatu yang cukup dilakukan sekali. Level tersebut harus dipertahankan dan bahkan menjadi tuntutan.
Jika Baena mampu menjaga konsistensi, Atletico berpotensi memiliki tambahan sumber kreativitas dan ketajaman yang dapat menjadi pembeda sepanjang musim.
Kemenangan 3-1 di markas Sevilla pada akhirnya bukan sekadar catatan tiga poin. Itu adalah pernyataan awal bahwa Atletico Madrid datang ke musim baru dengan efektivitas yang tinggi, pemain yang sedang menemukan kepercayaan diri, serta identitas permainan yang tetap kuat di bawah Simeone. (San)
Real Madrid Raih Tiga Poin Perdana, Mourinho Puji Mentalitas Tim
Liga Madrasah 2026 MTsN 7 Bungo Resmi Bergulir, Siswa Adu Skill di Lapangan
Hafiz Fattah: Turnamen Padel Bukan Sekadar Soal Juara, tapi Bangun Komunitas
Semangat Pagi, Siswa MTsN 7 Bungo Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat
Resmikan Hall Bulu Tangkis Pangeran, Wabup Bungo Ajak Masyarakat Gemar Berolahraga
Jambi Jadi Tuan Rumah Turnamen Tenis Alumni, Al Haris Berbaur dengan IKA Unhas
Gol Ferran Torres di Menit 106 Antar Spanyol Kembali Jadi Raja Dunia