JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUJERTA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi Tahun 2026 mendapat perhatian langsung dari pimpinan universitas. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., melakukan kunjungan ke tiga lokasi KUJERTA di Kabupaten Muaro Jambi, Senin (31/8/2026) kemarin.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi tersebut yakni Desa Tarikan, Desa Kemingkin Dalam, dan Desa Talangduku. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memastikan pelaksanaan KUJERTA tidak hanya berjalan sesuai agenda, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Monitoring lapangan memiliki arti penting dalam pelaksanaan program pengabdian mahasiswa. Sebab, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak sebatas menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun komunikasi sosial, serta memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Dengan turun langsung ke lokasi, pimpinan UIN STS Jambi dapat melihat perkembangan kegiatan sekaligus memperoleh gambaran mengenai keterlibatan mahasiswa, hubungan dengan pemerintah desa, serta respons masyarakat terhadap berbagai program yang dijalankan selama KUJERTA.
Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menekankan bahwa KUJERTA harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
“KUJERTA bukan sekadar kegiatan mahasiswa untuk memenuhi tuntutan akademik. Di sini mahasiswa belajar hidup bersama masyarakat, membaca kebutuhan di lapangan, kemudian memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang mereka miliki. Karena itu, keberadaan mereka harus benar-benar memberi manfaat,” ujar Rektor.
Monitoring dan evaluasi dilakukan bukan semata-mata untuk melihat apakah program telah terlaksana, melainkan juga untuk memastikan proses pengabdian berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan etika, komunikasi serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Program yang dibuat harus berdasarkan kebutuhan dan potensi desa, bukan hanya berdasarkan apa yang ingin dilaksanakan mahasiswa,” tegasnya.
Kunjungan ke tiga desa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya evaluasi langsung dalam sebuah program pengabdian. Dari lapangan, perguruan tinggi dapat mengetahui dinamika yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat, termasuk hal-hal yang membutuhkan penguatan selama pelaksanaan KUJERTA.
"Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang berbeda dari ruang kuliah. Mereka berhadapan langsung dengan realitas sosial, ekonomi dan budaya masyarakat, sehingga dituntut mampu beradaptasi, berkomunikasi dan bekerja bersama berbagai unsur di desa," kata dia.
Bahkan kata Rektor, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra dalam mendorong berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, sosial maupun pemberdayaan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
.“Saya berharap seluruh peserta KUJERTA menjaga sikap, sopan santun dan nama baik UIN STS Jambi. Jadikan masyarakat sebagai mitra, dengarkan kebutuhan mereka, dan tinggalkan sesuatu yang bermanfaat. Ukuran keberhasilan KUJERTA bukan hanya selesainya kegiatan, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” cetusnya. (Rhm)
DPRD Kota Jambi Minta Tambahan Rp100 Juta per Kecamatan untuk Sarpras Pelayanan Publik
Belajar dari Kebakaran Tanjung Raden, Pemkot Jambi Percepat Pembangunan Pos Damkar Pelayangan
ISPA Dominasi Kasus di Kota Jambi, Tembus 6.508 Pasien di Tengah Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Pemkot Jambi Salurkan 1,345 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
62 Titik Hotspot Terdeteksi di Tebo, Dominan di Kecamatan Sumay
Tangkap Lepas, Demo Jilid II Desak Polda Jambi Transparan Soal Dua Excavator Pulau Rayo
MTsN 4 Bungo Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Mancing Mania di Rasullan Dusun Daya Murni