584 Hotspot Terpantau di Tebo, Luas Karhutla Tembus 175 Hektare

Rabu, 02 September 2026 - 12:42:32 WIB - Dibaca: 106 kali

Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Jambi. Asap tebal mengepul dari lahan yang terbakar saat proses pemadaman berlangsung. Foto: Subahan
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Jambi. Asap tebal mengepul dari lahan yang terbakar saat proses pemadaman berlangsung. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Jambi, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga akhir Agustus 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 175,46 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, SP, mengatakan tingginya aktivitas karhutla juga terlihat dari jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah tersebut.

Berdasarkan pemantauan tiga satelit, tercatat sebanyak 584 titik hotspot tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo. Kecamatan Sumay menjadi daerah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan paling tinggi.

Kondisi karhutla tersebut sempat berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Tebo. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) bahkan mengalami peningkatan hingga masuk kategori berbahaya akibat kepungan asap.

Joko menjelaskan, seluruh lahan yang terbakar di Kabupaten Tebo merupakan tanah mineral dan tidak terdapat lahan gambut. Kondisi geografis Tebo yang dikelilingi perbukitan turut memengaruhi penyebaran asap.

Selain itu, arah angin yang bergerak dari selatan ke utara menyebabkan asap lebih mudah menyebar sekaligus terperangkap di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat kualitas udara sempat memburuk.

Namun, penanganan yang dilakukan Satgas Gabungan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Status ISPU di Kabupaten Tebo kini berhasil ditekan hingga berada pada kategori kuning atau sedang.

Pemerintah dan Satgas Gabungan masih terus melakukan penanganan serta pemantauan untuk mencegah meluasnya kebakaran. Targetnya, kualitas udara di Tebo dapat kembali berada pada kategori biru hingga hijau.

“Untuk sebaran titik hotspot yang ada di Kabupaten Tebo terpantau dari tiga satelit yang ada itu sejumlah 584 titik hotspot. Kecamatan yang memang tertinggi untuk potensi kebakaran hutan dan lahan itu berada di Kecamatan Sumay,” kata Joko, Selasa (1/9/2026). (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA