JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan pembaruan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin (7/9/2026) pukul 08.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 204.
Berdasarkan laporan Disbunnakan kabupaten Tebo, Data tersebut berasal dari stasiun pemantau di Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Parameter pencemar yang paling kritis adalah PM2.5, dengan konsentrasi yang menjadi penyumbang utama tingginya nilai ISPU.
Dalam kategori ISPU, angka 201-300 masuk dalam level sangat tidak sehat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kualitas udara masih berada pada level tersebut.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan. Kebiasaan membakar lahan dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan jantung juga perlu mendapatkan perhatian lebih selama kondisi udara memburuk.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, S.IP, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah pencemaran udara.
“Kondisi udara yang sangat tidak sehat ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat kami imbau tidak membakar lahan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan serta kualitas udara di Tebo,” kata Liga Marisa. (San)
#jambiprima.com #ligamarisa #ketuafraksi Golkar #dprdtebo #tebo
Kabut Asap Selimuti Jambi, Al Haris Sebut Arah Angin Jadi Kendala Pemadaman
Masjid Agung Pondok Tinggi Terima Bantuan Rp10 Juta dari CSR Bank Jambi
PT TPIL Tunda Pembayaran Hasil Petani Plasma, Helon Sebut Ada Utang Eksploitasi
Kadisperindag Kota Jambi Nela Ervina Ditahan Kejari, Tersangka Korupsi Proyek Pajak Rp1,8 Miliar
Sempat Ditutup Polisi pada 2025, Pengepul Emas Man dan Madi Diduga Kembali Beroperasi
Lampaui Target Pemerintah, Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton