Proyek Jalan Poros Hampir Rp1 Miliar di Tebo Diprotes Warga, Spesifikasi Diduga Tak Sesuai

Jumat, 18 September 2026 - 13:07:20 WIB - Dibaca: 77 kali

Jalan Poros desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir sedang dilakukan pengecoran, proyek ini senilai Rp 1 M dikerjakan CV Anugerah. Foto: Subahan
Jalan Poros desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir sedang dilakukan pengecoran, proyek ini senilai Rp 1 M dikerjakan CV Anugerah. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Pembangunan jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, diprotes warga. Proyek yang dikerjakan CV Anugrah dengan nilai hampir Rp1 miliar itu diduga menggunakan spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan peruntukan jalan.

Warga menyoroti kondisi jalan yang disebut dibangun dengan standar jalan lingkungan. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan poros yang menjadi akses utama antarwilayah desa dan setiap hari dilintasi kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan beban hingga 12 ton.

Perbedaan peruntukan jalan tersebut dinilai berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi, terutama dalam menghadapi beban kendaraan berat.

"Ini jalan poros, kenapa dibangun pakai spesifikasi jalan lingkungan? Jelas kekuatan dan ketebalannya berbeda," kata seorang warga Tuo Ilir, Rabu (16/9/2026).

Selain spesifikasi jalan, warga juga menyoroti pekerjaan pembesian. Mereka menduga ukuran besi yang digunakan pelaksana tidak sesuai dengan kebutuhan konstruksi jalan yang harus menahan lalu lintas kendaraan berat.

Warga menyebut tulangan besi behel berukuran 10 mm dinilai lebih memungkinkan untuk menopang beban berat. Namun, berdasarkan pantauan warga di lokasi, besi yang dipasang pelaksana disebut hanya berukuran 6 mm.

Selisih ukuran tersebut menjadi perhatian karena jalan akan digunakan kendaraan dengan muatan berat. Warga khawatir konstruksi beton lebih rentan mengalami retak hingga kerusakan apabila spesifikasi teknis tidak disesuaikan dengan beban lalu lintas.

Protes warga juga disebut mendapat respons dari pihak pelaksana dengan alasan keterbatasan anggaran. Bahkan, warga mengaku sempat mendapat pernyataan bahwa anggaran pembangunan dapat dialihkan ke desa lain apabila mereka tidak menerima kegiatan pembangunan tersebut.

Warga mempertanyakan alasan keterbatasan anggaran jika sejak awal jalan yang dibangun merupakan jalan poros dengan kebutuhan konstruksi yang berbeda dari jalan lingkungan.

Mereka meminta Dinas PUPR Kabupaten Tebo turun langsung ke lokasi untuk memeriksa konstruksi, mengukur material dan dimensi pekerjaan, serta mencocokkannya dengan spesifikasi teknis dalam dokumen proyek.

Audit teknis dinilai penting dilakukan sebelum proyek dinyatakan selesai dan masuk tahap serah terima. Warga khawatir persoalan baru akan terlihat setelah jalan digunakan dan mengalami kerusakan.

"Percuma dibangun kalau sebulan dua bulan hancur. Ini buang anggaran," tegas warga tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Dinas PUPR Kabupaten Tebo maupun CV Anugrah mengenai tudingan warga terkait spesifikasi teknis dan penggunaan besi 6 mm tersebut. (san)





BERITA BERIKUTNYA