JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Persiapan menghadapi Kompetisi Olahraga dan Prestasi Seni (KOMPAS) Madrasah Tingkat Kabupaten Bungo Tahun 2026 terus dilakukan MTsN 7 Bungo. Salah satu cabang yang menjadi perhatian adalah catur.
Berbeda dengan cabang olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik, catur menuntut kemampuan berpikir, konsentrasi, ketelitian, serta kecermatan dalam membaca setiap kemungkinan langkah lawan.
Peserta yang dipersiapkan MTsN 7 Bungo menjalani latihan secara bertahap bersama guru pembimbing. Pembinaan tidak hanya berfokus pada pemahaman aturan permainan, tetapi juga diarahkan untuk mengasah kemampuan menyusun strategi dan mengambil keputusan dalam situasi yang berubah di atas papan catur.
Dalam latihan, peserta dibiasakan memperhitungkan konsekuensi dari setiap langkah. Mereka juga dilatih membaca pola permainan lawan, mencari peluang, mempertahankan posisi, hingga menentukan waktu yang tepat untuk melakukan serangan.
Strategi permainan juga menjadi bagian dari pembinaan. Peserta belajar memanfaatkan langkah tertentu untuk memancing respons lawan, kemudian membaca celah yang muncul. Kemampuan tersebut dinilai penting karena permainan catur tidak hanya membutuhkan keberanian menyerang, tetapi juga kesabaran dalam bertahan dan mengatur tempo.
Pada Sabtu pagi (19/9/2026), Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, turun langsung memantau persiapan peserta. Ia bahkan berhadapan langsung dengan salah seorang siswa dalam permainan catur sebagai bagian dari proses evaluasi.
Melalui permainan tersebut, Firdaus mengamati sejumlah aspek, mulai dari cara peserta membuka permainan, menentukan langkah, mempertahankan posisi, membaca peluang serangan hingga mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
"Beberapa posisi dan skenario permainan diberikan untuk melihat bagaimana lawan merespons perubahan situasi di atas papan catur. Setiap langkah yang diambil menjadi perhatian, termasuk ketika harus memilih antara menyerang, mempertahankan posisi, atau memberikan umpan untuk memancing lawan melakukan kesalahan," kata Firdaus.
Usai permainan, Firdaus memberikan sejumlah catatan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya mengamati pergerakan setiap bidak dengan teliti dan tidak terburu-buru menentukan langkah.
Peserta juga diingatkan agar selalu memperhitungkan kemungkinan respons lawan sebelum menjalankan strategi berikutnya.
Selain kemampuan teknis, pembinaan turut menitikberatkan pada daya tahan konsentrasi. Peserta diharapkan mampu mempertahankan fokus selama pertandingan, tetap tenang ketika berada dalam tekanan, serta tidak kehilangan kendali akibat perubahan situasi permainan.
Bagi MTsN 7 Bungo, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya mematangkan kesiapan peserta sebelum tampil pada KOMPAS Madrasah Tingkat Kabupaten Bungo 2026.
"Yang paling penting anak-anak tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Tetap fokus, tenang, teliti dalam setiap langkah, dan jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta membawa nama baik madrasah," ujar Firdaus. (sab)
BLT Dana Desa Tahap III Cair, 10 Warga Sungai Mengkuang Terima Rp900 Ribu
Libatkan Anak Minta Uang di Jalan Rusak, Warga di Bungo Diamankan Polisi
Siswa SDIT dan SMP IT Ad-Dhuha Ikuti Technical Meeting IYF 2026 Secara Daring
Dugaan Limbah PT BMA ke Sungai Batang Senamat, DLH Bungo Hanya Lakukan Pemeriksaan Kasatmata
Idris Hasan Resmi Dilantik Jadi Rio Dusun Lubuk Landai Bungo
28 Datuk Rio di Bungo Dilantik, Komitmen Berantas PETI Jadi Bagian Fakta Integritas
Bukan Cuma Lari, Siginjai Run 2026 di Tebo Libatkan 50 UMKM dan Aksi Sosial