Kabut Asap Berdampak, Ribuan Warga Muaro Jambi Terserang ISPA

Selasa, 22 September 2026 - 13:16:58 WIB - Dibaca: 304 kali

Ilustrasi Warga menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap dan kondisi udara yang kurang sehat di Muaro Jambi. Foto: Rahim
Ilustrasi Warga menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap dan kondisi udara yang kurang sehat di Muaro Jambi. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat 3.223 kasus gangguan kesehatan dalam periode 10 Agustus hingga 18 September 2026. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi temuan tersebut di tengah ancaman cuaca ekstrem, kemarau, dan kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Aang Hambali mengatakan ribuan kasus itu ditemukan berdasarkan pemantauan di 23 puskesmas. Dari total tersebut, sebanyak 2.882 kasus merupakan ISPA atau sekitar 89,4 persen.

"Total kasus yang terpantau ada 3.223 kasus. Rinciannya, 2.882 kasus ISPA, 277 kasus diare (8,6 persen), dan 64 kasus conjunctivitis atau iritasi mata (2 persen)," kata Aang, Senin (21/9/2026).

Selain ISPA, kasus diare dan iritasi mata juga ditemukan dalam jumlah yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat masih berhadapan dengan kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Lima puskesmas tercatat menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni Puskesmas Simpang Sungai Duren, Tanjung, Penyengat Olak, Sengeti, dan Kebon IX. Kelima wilayah tersebut menyumbang sekitar 44,5 persen dari seluruh kasus yang tercatat.

Kelompok anak-anak dan lanjut usia menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih dalam menghadapi kondisi tersebut.

Dinkes Muaro Jambi mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara memburuk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker.

"Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu sampai parah. Pelayanan di seluruh Puskesmas tetap standby," tutur Aang. (rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA