Festival Budaya Melayu Jambi di Teluk Rendah Pasar, Tradisi Lokal Jadi Ruang Pewarisan Generasi

Rabu, 23 September 2026 - 11:13:53 WIB - Dibaca: 66 kali

Festival Budaya Melayu Jambi Jilid IV dan HUT ke-71 Desa Teluk Rendah Pasar berlangsung meriah, dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga Desa Teluk Rendah Pasar. Foto: Subahan
Festival Budaya Melayu Jambi Jilid IV dan HUT ke-71 Desa Teluk Rendah Pasar berlangsung meriah, dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga Desa Teluk Rendah Pasar. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Festival Budaya Melayu Jambi Jilid IV yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi dan nilai budaya Melayu Jambi.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Teluk Rendah Pasar, Rabu (23/9/2026), mengusung tema “So Buat, Duo Pakai, Tigo Wariska”. Tema tersebut menjadi bagian dari pesan budaya agar nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu tidak berhenti sebagai tradisi, tetapi tetap digunakan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Festival budaya tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan desa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga dalam satu ruang kebersamaan yang berangkat dari akar budaya setempat.

Sejumlah unsur Forkopimcam Tebo Ilir turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Tebo Ilir Yanto, S.Pd., M.M., mewakili Danramil 416-03/Sungai Bengkal yakni Babinsa Sertu Ashuri, serta Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo Ihsanuddin, S.P. dari Fraksi PDI Perjuangan. Hadir pula kepala desa terpilih beserta perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan undangan lainnya.

Bagi masyarakat Melayu Jambi, keberadaan festival semacam ini menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan tradisi di tengah perubahan zaman. Kebudayaan tidak hanya diwariskan melalui cerita, tetapi juga melalui perjumpaan masyarakat, kegiatan bersama dan pengenalan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo Ihsanuddin, S.P. mengatakan, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda. Menurutnya, festival budaya dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kembali identitas lokal sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi bagaimana nilai-nilai yang diwariskan orang tua kita tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan budaya Melayu Jambi kepada generasi muda agar mereka memahami dan ikut menjaganya,” ujar Ihsanuddin.

Sementara itu, Camat Tebo Ilir Yanto, S.Pd., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa memiliki arti penting karena tradisi tumbuh dan berkembang langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam Festival Budaya Melayu Jambi menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi bagian dari kepedulian bersama.

Dari unsur TNI, Babinsa Sertu Ashuri menilai keterlibatan dalam kegiatan budaya merupakan bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan kearifan lokal di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Budaya daerah merupakan warisan yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA