JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi menyiapkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan umat dan aksi sosial. Agenda tersebut di antaranya Ngopi Kerukunan ke-16 dan kegiatan Dana Makan untuk anggota Bhikku Sangha.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jambi, Wiswadas, mengatakan Ngopi Kerukunan ke-16 akan digelar pada 27 September 2026. Kegiatan itu menjadi wadah pertemuan dan dialog antara pengurus wihara, guru agama Buddha, serta pengawas.
"Ngopi Kerukunan ini menjadi ruang untuk berdiskusi dan membangun kesepahaman bersama, termasuk mengenai rencana pelaksanaan Dana Makan kepada anggota Sangha," kata Wiswadas, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, kegiatan Dana Makan secara serentak direncanakan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut berkaitan dengan masa pelatihan diri atau pertapaan anggota Bhikku Sangha yang berlangsung selama tiga bulan.
Masa tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi umat Buddha untuk meningkatkan kebajikan melalui berbagai bentuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Selama ini, Bimas Buddha Kanwil Kemenag Jambi bersama jajaran staf juga rutin melaksanakan Dana Makan setiap Rabu. Kegiatan tersebut dilakukan di enam lokasi pertapaan Bhikku yang berada di wilayah Jambi.
Wiswadas mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kebersamaan umat, tetapi juga memberikan dukungan terhadap para Bhikku Sangha dalam menjalankan tugas keagamaannya.
"Program ini diharapkan dapat memberi dampak positif, tidak hanya bagi kebaikan diri sendiri dan organisasi umat Buddha, tetapi juga mendukung keberlangsungan tugas para Bhikku Sangha," ujarnya. (rhm)
Cegah Curanmor, Polda Jambi Sita 2 Motor Tanpa Surat Saat Operasi Jaran
Inspektorat Pastikan Ada Temuan dalam Pemeriksaan DD Sungai Rambai, Nilainya Tunggu Laporan
APBD Terbatas, Bupati Tebo Jemput Bola ke Pusat: Dukungan Pendidikan Tembus Rp1 Triliun!
Hotspot Muncul di Tiga Kecamatan, BPBD Tebo Perpanjang Siaga Karhutla hingga Oktober
Hujan Bikin Jalan di Tebo Jadi Kubangan, Warga Keluhkan Akses Anak Sekolah