UIN STS Jambi Luncurkan Aplikasi Pengukuran CPL, Mutu Lulusan Jadi Sorotan

Kamis, 24 September 2026 - 15:25:53 WIB - Dibaca: 24 kali

Foto bersama jajaran pimpinan, LPM, dan pengelola program studi UIN STS Jambi usai launching dan sosialisasi Aplikasi Pengukuran CPL. Foto: Rahim
Foto bersama jajaran pimpinan, LPM, dan pengelola program studi UIN STS Jambi usai launching dan sosialisasi Aplikasi Pengukuran CPL. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat sistem penjaminan mutu akademik dengan mengembangkan pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui peluncuran dan sosialisasi Aplikasi Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Kegiatan tersebut digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN STS Jambi di Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Kamis (24/9/2026).

Launching aplikasi dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi, Dr H Ayub Mursalin, S.Ag., M.A. Sejumlah pejabat dan pengelola akademik turut hadir, di antaranya para Wakil Dekan I, Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD), perwakilan LPPM, Ketua Program Studi hingga Sekretaris Program Studi.

Ayub mengatakan pengukuran mutu perguruan tinggi tidak cukup hanya melihat pelaksanaan proses pembelajaran. Menurutnya, kualitas lulusan menjadi salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai target.

Karena itu, setiap tahapan pembelajaran perlu memiliki arah dan capaian yang jelas. Proses perkuliahan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masa studi maupun jumlah pertemuan, tetapi harus menghasilkan kompetensi yang sesuai dengan target pembelajaran.

Aplikasi pengukuran CPL tersebut diharapkan dapat membantu perguruan tinggi memetakan sekaligus mengevaluasi ketercapaian kompetensi mahasiswa secara lebih terukur.

Ketua LPM UIN STS Jambi, Dr Tanti, M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa selama mengikuti pendidikan tidak dapat hanya dilihat melalui nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Pengukuran CPL, kata Tanti, memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kompetensi mahasiswa. CPL selanjutnya diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sehingga proses evaluasi dapat dilakukan berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan.

Dengan sistem tersebut, hasil evaluasi diharapkan tidak hanya menunjukkan capaian akademik mahasiswa dalam bentuk nilai, tetapi juga memperlihatkan sejauh mana kompetensi yang menjadi target lulusan telah terpenuhi.

Ayub menegaskan pentingnya keberadaan peta capaian dalam proses pendidikan agar kegiatan pembelajaran memiliki arah yang jelas.

“Pada kesempatan pagi hari ini kita menghadiri launching dan sosialisasi Aplikasi Pengukuran CPL. Tentu kita sama-sama sudah memahami bahwa mutu sebuah perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari berjalannya tridharma perguruan tinggi, salah satunya adalah pembelajaran, tetapi kita melihat dari output-nya, benar-benar menjadi lulusan yang berkualitas,” ujar Ayub.

Ia menambahkan:

“Untuk mencapai lulusan berkualitas tentu ada tahapan-tahapan. Salah satunya adalah bagaimana kita menentukan arah. Kita tidak hanya sekadar masuk semester awal sampai akhir, selesai perkuliahan, selesai 16 pertemuan, tetapi benar-benar ada yang kita capai. Tentu itu menjadi jalur atau peta untuk mencapai itu. Nah, ini yang kita buat adalah CPL,” katanya.

Sementara itu, Tanti mengatakan sistem pengukuran tersebut dirancang agar evaluasi capaian mahasiswa dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

“Outcome dari pembelajaran mahasiswa itu tidak hanya dilihat dari IPK, tetapi dilihat dari sejauh mana capaian masing-masing kompetensi CPL, kemudian diturunkan menjadi CPMK, sehingga setiap mahasiswa nantinya mendapatkan hasil evaluasi lebih komprehensif,” ujar Tanti. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA