Harga TBS Sawit Tebo Pekan Ini Rp3.908 per Kg, Berlaku 25 September–1 Oktober

Jumat, 25 September 2026 - 14:03:36 WIB - Dibaca: 256 kali

Buah sawit hasil panen di perkebunan. Foto: Subahan
Buah sawit hasil panen di perkebunan. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Tebo, Jambi, mengalami perubahan untuk periode 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi harga pasar yang dirilis Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Tebo, harga TBS berbeda sesuai umur tanaman. Untuk tanaman berumur 3 tahun, harga ditetapkan Rp3.242,37 per kilogram, sedangkan umur 4 tahun Rp3.425,63 per kilogram.

Selanjutnya, TBS umur 5 tahun berada di angka Rp3.505,09 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.600,61 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.683,49 per kilogram, dan umur 8 tahun Rp3.739,28 per kilogram.

Harga terus meningkat pada tanaman umur 9 tahun yang mencapai Rp3.825,17 per kilogram. Sementara TBS umur 10 hingga 20 tahun menjadi yang tertinggi, yakni Rp3.908,44 per kilogram.

Untuk tanaman yang lebih tua, harga TBS umur 21 tahun tercatat Rp3.847,20 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.757,58 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.720,47 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.682,96 per kilogram dan umur 25 tahun Rp3.640,74 per kilogram.

Selain harga TBS, Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Tebo juga mencatat harga Crude Palm Oil (CPO) Rp15.402,96 per kilogram dan harga kernel Rp13.303,61 per kilogram. Indeks K ditetapkan sebesar 93,64 persen.

Salah satu pengusaha sawit di Rimbo Bujang, Aris Ermanto, saat dihubungi tim Jambiprima.com, Jumat (25/9/2026), mengatakan perubahan harga menjadi perhatian pelaku usaha dan petani sawit karena berpengaruh langsung terhadap penerimaan dari hasil panen.

“Harga TBS ini tentu menjadi perhatian kami sebagai pelaku usaha sawit. Dengan harga yang ada sekarang, petani tetap perlu menjaga kualitas buah dan mengikuti ketentuan panen agar hasil yang diperoleh bisa maksimal,” kata Aris.

Ia berharap perkembangan harga sawit tetap memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha perkebunan di wilayah Tebo. (san)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA