JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Keterbatasan APBD tidak menyurutkan langkah Pemkab Tebo untuk memperjuangkan pembangunan. Bupati Tebo Agus Rubiyanto terus melakukan strategi jemput bola ke pemerintah pusat guna membuka sumber pembiayaan bagi kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan dukungan pembangunan pendidikan melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) senilai sekitar Rp300 miliar dan Sekolah Rakyat (SR) sekitar Rp700 miliar. Jika digabungkan, nilai dukungan kedua program itu mencapai sekitar Rp1 triliun.
SNT diproyeksikan menghadirkan fasilitas pendidikan terpadu dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sementara Sekolah Rakyat diharapkan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan pusat juga mencakup Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk meningkatkan kelayakan sekolah yang sudah ada. Dengan demikian, pembangunan pendidikan tidak hanya menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga memperbaiki lingkungan belajar agar semakin aman, nyaman dan layak bagi siswa serta tenaga pendidik.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Tebo memperluas pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Melalui komunikasi dan koordinasi dengan kementerian serta lembaga pemerintah pusat, kebutuhan daerah terus diperjuangkan agar dapat diwujudkan.
Besarnya dukungan tersebut diharapkan berujung pada manfaat nyata: fasilitas yang lebih memadai, akses pendidikan yang semakin luas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui strategi jemput bola, kepemimpinan Agus Rubiyanto–Nazar Efendi berupaya memastikan keterbatasan APBD tidak menjadi penghalang pembangunan menuju Tebo Cerdas 2030. (David)
APBD Terbatas, Bupati Tebo Jemput Bola ke Pusat: Dukungan Pendidikan Tembus Rp1 Triliun!
Hotspot Muncul di Tiga Kecamatan, BPBD Tebo Perpanjang Siaga Karhutla hingga Oktober
Korban Tolak RJ, Sidang Perdana Kasus Pengancaman dan Penganiayaan di Tebo Tetap Berlanjut
Kabid Humas Polda Jambi: Laporan Dugaan Pencurian Sawit WSN Cs Dilimpahkan ke Polres Tebo
362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, 10 Ribu Lebih Masuk Risiko