Lahan Gambut 10 Hektare Terbakar di Muaro Jambi, 60 Personel Dikerahkan

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 15:20:35 WIB - Dibaca: 50 kali

im gabungan TNI-Polri, RPK PT FPIL dan masyarakat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Sumber Jaya, Muaro Jambi. Foto: Humas Polda Jambi
im gabungan TNI-Polri, RPK PT FPIL dan masyarakat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Sumber Jaya, Muaro Jambi. Foto: Humas Polda Jambi ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kebakaran lahan terjadi di RT 06, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Jumat (2/10/2026). Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 08.00 WIB dari masyarakat yang melihat munculnya titik api baru. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 08.30 WIB.

Pemadaman melibatkan 60 personel yang terdiri dari 10 anggota Polri, 10 personel TNI, 20 anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT FPIL dan 20 warga.

Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan untuk menjangkau titik api, yakni dua mesin air Waterax, tiga mesin air Robin, dua pompa portabel serta empat selang yang masing-masing memiliki panjang 30 meter.

Kebakaran meliputi bagian bawah lahan gambut serta permukaan yang ditumbuhi semak belukar, serasah dan pancang. Setelah dilakukan penanganan, seluruh area yang terbakar berhasil dipadamkan.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kecepatan agar api tidak merambat ke area lain.

"Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang turun langsung melakukan pemadaman, mulai dari TNI-Polri, RPK perusahaan hingga masyarakat. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Erlan.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan sumber air.

Pemadaman kemudian dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB setelah bahan bakar mesin pompa air habis. Tim dijadwalkan kembali melakukan pendinginan pada hari berikutnya untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

"Status api saat laporan dibuat sudah padam. Namun, pendinginan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali menyala, khususnya pada lahan gambut," tuturnya.

Selain memadamkan api, petugas melakukan pengecekan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengamankan barang bukti serta mendata saksi.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Peristiwa tersebut juga sempat berdampak terhadap kualitas udara dan mengurangi jarak pandang di sekitar lokasi.

Erlan mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api.

"Yang tidak kalah penting adalah pencegahan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api sehingga dapat ditangani sedini mungkin," katanya. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA