ISPU Tebo Tembus 284, Udara Bedaro Rampak Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Senin, 05 Oktober 2026 - 14:55:49 WIB - Dibaca: 60 kali

Tangkapan layar kondisi ISPU di Kabupaten Tebo. (ispu.kemenlh.go.id)
Tangkapan layar kondisi ISPU di Kabupaten Tebo. (ispu.kemenlh.go.id) ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di kawasan Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, pada Senin (5/10/2026) pagi berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Data pemantauan yang tercatat pada pukul 08.00 WIB menunjukkan nilai ISPU mencapai 284, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 184.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

Kabupaten Tebo sendiri dalam beberapa waktu terakhir masih menghadapi persoalan kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo, Liga Marisa, meminta persoalan kualitas udara dan kabut asap menjadi perhatian serius pemerintah serta seluruh pihak terkait.

“Kondisi seperti ini tentu sangat memprihatinkan. ISPU sudah masuk kategori sangat tidak sehat, artinya masyarakat harus benar-benar waspada. Jangan sampai kita menunggu ada korban atau masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan baru kemudian bertindak,” ujar Liga Marisa.

Menurutnya, langkah pencegahan dan penanganan karhutla harus dilakukan secara maksimal, termasuk memastikan sumber-sumber titik api segera ditangani.

“Kami mendorong pemerintah bersama aparat dan pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap sumber karhutla. Penanganannya jangan hanya ketika asap sudah menyelimuti permukiman, tetapi bagaimana pencegahan bisa dilakukan sejak awal,” katanya.

Liga juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level buruk.

“Masyarakat juga harus menjaga kesehatan. Kalau tidak ada keperluan mendesak, kurangi aktivitas di luar rumah. Anak-anak, lansia dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan harus mendapat perhatian lebih,” tuturnya. (syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA