Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Sejumlah Pesawat Delay

Selasa, 06 Oktober 2026 - 11:58:04 WIB - Dibaca: 66 kali

Kondisi udara berkabut asap di sekitar Bandara Sultan Thaha Jambi. Foto: Tania
Kondisi udara berkabut asap di sekitar Bandara Sultan Thaha Jambi. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin (5/10/2026). Sejumlah pesawat mengalami penundaan keberangkatan maupun pendaratan akibat jarak pandang yang berubah-ubah.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan jarak pandang di kawasan bandara berfluktuasi sejak pagi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 750 meter. Angka itu sempat meningkat menjadi 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 600 meter pada pukul 08.00 WIB.

Dua penerbangan yang menggunakan pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha masih dapat diberangkatkan. Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 06.01 WIB saat jarak pandang 750 meter, sedangkan Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu berangkat pukul 08.00 WIB ketika jarak pandang 600 meter.

Namun, sejumlah penerbangan lainnya terdampak. Penerbangan Susi Air, Citilink, Batik Air dan Garuda Indonesia mengalami penundaan, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.

Gangguan juga berlanjut hingga siang hari. Citilink QG 960 dari Jakarta yang sempat tertunda akhirnya dialihkan ke Palembang. Penerbangan Susi Air dari dan menuju Kerinci juga dibatalkan.

Sementara itu, Batik Air ID 6804 dari Jakarta akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 15.00 WIB dan kembali terbang menuju Jakarta pada pukul 15.45 WIB.

Perbaikan jarak pandang sempat terjadi pada siang hari. Pada pukul 11.00 WIB jarak pandang mencapai 1.900 meter dan meningkat hingga 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB. Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB sebelum membaik hingga 2.100 meter pada pukul 17.00 WIB.

Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kabut asap, termasuk memberikan informasi terbaru kepada calon penumpang.

Menutup keterangannya, Ardon Marbun menegaskan pihak bandara terus melakukan koordinasi agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan selama kondisi kabut asap.

"Tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan serta secara rutin melakukan pembaruan informasi terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak kabut asap," tutur Ardon. (tdr)





BERITA BERIKUTNYA