JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tebo, Jambi, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi kualitas udara di daerah tersebut bahkan tercatat berada pada level berbahaya berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Data laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada Kamis (8/10/2026) pukul 07.12 WIB menunjukkan angka ISPU Kabupaten Tebo mencapai 815 dengan parameter PM10.
Angka tersebut menempatkan Tebo di posisi kesembilan dari daftar lokasi dengan nilai ISPU tertinggi yang ditampilkan dalam pemantauan tersebut.
Di posisi teratas terdapat Palangkaraya, Jekan Raya dengan ISPU 4.154 PM10. Berikutnya Kabupaten Murung Raya 2.466, Kabupaten Kotawaringin Timur 1.453, Kabupaten Gunung Mas 1.140, Kabupaten Katingan 1.020, Palembang Bukit Kecil 994, Kabupaten Barito Selatan Sanggu 975, dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 969.
Sementara itu, Kabupaten Barito Kuala berada di posisi berikutnya dengan angka ISPU 783 PM10.
Tingginya angka ISPU Tebo menunjukkan persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan kabut yang mengganggu jarak pandang. Konsentrasi partikulat di udara juga menjadi perhatian karena masyarakat masih menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang tercemar.
Dalam beberapa hari terakhir, keluhan warga juga bermunculan. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih, tenggorokan terasa tidak nyaman hingga gangguan pernapasan.
Kabut asap yang cukup pekat turut mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah Tebo. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu dilakukan dengan kewaspadaan lebih tinggi.
Parameter PM10 merupakan partikulat berukuran kecil yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan partikulat tersebut menjadi perhatian terutama ketika konsentrasinya meningkat.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, perlu meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
Angka ISPU Tebo yang mencapai 815 pada Kamis pagi menjadi gambaran seriusnya kondisi udara di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Data tersebut bersumber dari laman resmi Indeks Standar Pencemar Udara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang dipantau pada Kamis (8/10/2026) pukul 07.12 WIB.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, S.P., meminta persoalan kabut asap dan kualitas udara menjadi perhatian serius pemerintah bersama seluruh pihak terkait.
“Kondisi seperti ini tentu sangat memprihatinkan. Dengan ISPU yang sudah mencapai angka 815, masyarakat harus benar-benar waspada. Jangan sampai kita menunggu ada korban atau gangguan kesehatan yang lebih serius baru kemudian bertindak,” ujar Liga Marisa.
Ia juga mendorong langkah pencegahan dan penanganan sumber karhutla dilakukan secara maksimal, termasuk meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi sumber asap.
“Kami mendorong pemerintah bersama aparat dan pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sumber karhutla. Penanganannya jangan hanya ketika asap sudah menyelimuti permukiman, tetapi pencegahan harus dilakukan sejak awal,” katanya. (syh)
LMPP Adukan Dugaan SKT di Hutan Produksi, Polres Tebo Mulai Periksa Saksi
Awal Musim Hujan di Tebo Mundur, BPBD Prediksi Intensitas Meningkat Akhir Oktober
Pisah Sambut Kades Jaya Mulyo, Projo Tekankan Pentingnya Kebersamaan
BRI Rimbo Bujang Sambangi PDAM Tebo, Bahas Peluang Transaksi Digital
BRI Rimbo Bujang Jajaki Kerja Sama dengan PT TPIL Tebo, Bahas Payroll hingga QRIS
Warga Kemantan Tebo Ilir Tenggelam di Sungai Batanghari, Ditemukan Meninggal 200 Meter dari Lokasi