JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi menghadapi tantangan serius. Di tengah cuaca kering yang menyebabkan sumber air menyusut, Manggala Agni mengerahkan total 92 personel beserta peralatan pendukung untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
Sebanyak 52 personel tambahan diberangkatkan menuju lokasi kebakaran pada Sabtu (17/10/2026). Penambahan kekuatan ini menjadi langkah untuk mempercepat lokalisasi titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.
Pengerahan personel tersebut difokuskan pada enam lokasi kebakaran utama. Daops Kota Jambi dan Daops Muaro Tebo masing-masing menurunkan dua tim untuk menangani kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH). Sementara itu, tim Daops Bukit Tempurung memperkuat penanganan di kawasan Labuhan Pering bersama instansi terkait.
Namun, besarnya kekuatan personel tidak serta-merta membuat pemadaman berjalan mudah. Keterbatasan air menjadi persoalan utama yang harus dihadapi petugas di lapangan, terutama ketika sumber air di sekitar lokasi kebakaran terus menyusut akibat kondisi cuaca kering.
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandi Prabowo, mengungkapkan bahwa ketersediaan air yang tidak mencukupi di seluruh lokasi kebakaran menjadi kendala signifikan dalam proses pemadaman.
"Ketersediaan air yang tidak mencukupi di semua lokasi kebakaran, menjadi kendala utama," kata Sandi Prabowo.
Persoalan air dalam penanganan karhutla bukan sekadar menyangkut kebutuhan untuk memadamkan api. Ketersediaan sumber air juga menentukan kecepatan petugas menjangkau titik kebakaran, memilih metode pemadaman, hingga menjaga agar api tidak kembali membesar setelah upaya pengendalian dilakukan.
Ketika sumber air menyusut, petugas harus memperhitungkan jarak menuju titik pengambilan air serta kebutuhan yang diperlukan untuk setiap lokasi. Kondisi tersebut membuat strategi pemadaman harus disesuaikan dengan situasi aktual di lapangan.
Manggala Agni menerapkan metode pemadaman terukur dengan mempertimbangkan jarak dan ketersediaan sumber air terdekat. Pendekatan ini dilakukan agar sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara efektif untuk menangani titik-titik kebakaran.
Selain pemadaman langsung, petugas membuat sekat bakar secara manual. Langkah ini bertujuan menghambat pergerakan api agar tidak menjalar ke area lain, terutama ketika kondisi lapangan menyulitkan proses pemadaman secara menyeluruh.
Kombinasi pemadaman langsung dan pembuatan sekat bakar menjadi bagian penting dalam mengendalikan kebakaran. Meski demikian, efektivitas langkah tersebut tetap dipengaruhi kondisi cuaca, karakteristik lahan, serta ketersediaan air di sekitar lokasi.
Di tengah berbagai keterbatasan, personel Manggala Agni tetap bertahan di pos pemadaman masing-masing selama 24 jam. Petugas terus melakukan penanganan untuk mengendalikan api, sementara dukungan logistik disalurkan guna menjaga kebutuhan dasar personel selama bertugas.
Pasokan air bersih dan makanan menjadi bagian dari dukungan tersebut. Ketersediaan logistik diperlukan agar petugas dapat mempertahankan kesiapan selama operasi pemadaman berlangsung.
Pengerahan 92 personel menunjukkan besarnya upaya yang dilakukan untuk menangani karhutla di Jambi. Namun, jumlah personel dan peralatan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Dukungan sumber air yang memadai, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan mencegah api kembali menyebar juga menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.
Situasi ini memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga pada kesiapsiagaan menghadapi kondisi kering dan pengelolaan sumber daya di sekitar wilayah rawan kebakaran.
Dengan tambahan personel dan penerapan strategi pemadaman yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, Manggala Agni bersama instansi terkait terus berupaya melokalisasi titik api. Tantangan ketersediaan air masih menjadi persoalan yang perlu diatasi agar penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif. (rhm)
BPBD Tebo Terima Bantuan Peralatan Pemadam Karhutla dari BNPB
Ketua SMSI Bungo Raden Beni Hidayat Ucapkan Selamat HUT ke-61 Kabupaten Bungo
Di Tengah Kabut Asap, Warga Jambi Tetap Berolahraga: Antara Menjaga Kebugaran dan Ancaman Kesehatan
Al Haris Kerahkan 146 Personel untuk Padamkan Karhutla di Jambi, Dikirim via Udara
Puluhan Emak-emak Hadang Polisi Saat Penertiban PETI di Teluk Pandak Tebo
HUT Tebo ke-27, Bupati Tebo Serahkan Santunan BPJS untuk Alm Pemred Jambiprima.com!
Minggu Kasih di Gereja HKBP, Kapolres Tebo Ajak Jemaat Jaga Toleransi dan Cegah Karhutla